3 Alasan Pembeli Apple Vision Pro Menyesal, Kompak Minta Duit Balik

CNBC Indonesia · 20 Feb 11.7K Views

Jakarta, CNBC Indonesia - Vision Pro Apple tidak bisa memuaskan sejumlah pelanggan. Beberapa dari mereka dilaporkan mengembalikan headset senilai US$3.500 atau Rp 54 jutaan.

Meski banyak yang memuji perangkat tersebut, tak sedikit yang tidak puas. Tech Radar menuliskan beberapa alasan kenapa banyak pembeli akhirnya mengembalikan headset tersebut, dirangkum Jumat (16/2/2024):

Akhir Masa Uji Coba

Sejumlah pengguna media sosial menuliskan pengembalian Vision Pro karena kebijakan Apple. Pembeli memiliki waktu 14 hari untuk mengembalikan dan mendapatkan pengembalian dana penuh.

Kemungkinan orang yang membeli headset tidak merasa mendapatkan pengalaman yang cukup sempurna. Pada akhirnya memutuskan untuk mengembalikan perangkat tersebut.

Kenyamanan

Produk kacamata AR Apple, Vision ProFoto: Apple
Produk kacamata AR Apple, Vision Pro

Dengan modal yang besar, Anda perlu menggunakan Vision Pro sesering mungkin. Namun ini akan terhalang dengan ketidaknyamanan saat menggunakannya.

Penggunaan headset VR berlangsung cukup lama karena untuk menunjang produktivitas atau menonton film selama berjam-jam. Namun penggunaan dalam waktu lama tidak diimbangi dengan kenyamanan yang harusnya didapatkan oleh pembeli.

Tech Radar mencatat dalam pengujian awal bahwa perangkat tidak nyaman saat digunakan. Terutama saat menggunakan Solo Loop yang tidak mendukung penggunaan untuk seluruh kepala.

Berat dan pusing juga jadi keluhan berikutnya dari para pengguna. Masalah ini sebenarnya juga dialami pada penggunaan headset VR milik perusahaan lain.

Seperti Menggunakan iPad

Headset canggih ini sayangnya tidak didukung dengan pengalaman imersif saat menggunakannya. Apple belum menghadirkan pengalaman terbaik khusus Vision Pro. 

Tech Radar bahkan menyebutnya seperti menggunakan iPad. Karena dari 1.000 aplikasi, sebagian besarnya di-porting dari iPadOS.

Ada beberapa aplikasi yang akhirnya dibuat khusus dan diperbaiki agar program bisa lebih interaktif saat digunakan pada headset. Namun banyak aplikasi akhirnya berakhir seperti menggunakan tablet. 

 

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend