Harga Minyak Jatuh Gegara Pejabat The Fed Bicara Kebijakan Suku Bunga

CNN Indonesia · 23 Feb 18.1K Views



Harga minyak
 turun pada perdagangan Jumat (23/2) setelah Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) mengatakan pemangkasan suku bunga acuan harus ditunda, setidaknya dua bulan lagi.

Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 25 sen atau 0,3 persen menjadi US$83,42 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 25 sen atau 0,3 persen menjadi US$78,36 per barel.

Gubernur The Fed Christopher Waller memandang perlu melihat beberapa bulan lagi kondisi inflasi di AS, sebelum memutuskan penurunan suku bunga acuan.

Pernyataan Waller itu membuat harga minyak terpeleset, setelah naik 1 persen pada perdagangan kemarin.

The Fed telah mempertahankan suku bunga kebijakannya stabil di kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen sejak Juli 2023.

Waller juga menolak gagasan bahwa The Fed berisiko mengirim perekonomian AS ke dalam resesi jika menunggu terlalu lama untuk menurunkan suku bunga, dengan mengatakan bahwa The Fed mampu untuk "menunggu lebih lama lagi".

Padahal, suku bunga yang tinggi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam waktu yang lebih lama. Imbasnya, permintaan minyak berkurang jika pertumbuhan ekonomi melambat.



Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend