Awas Gaya Penipuan Baru Incar Wajib Pajak di RI, Rekening Auto Ludes

CNBC Indonesia · 27 Feb 9.2K Views


Jakarta, CNBC Indonesia
- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperingatkan para wajib pajak untuk berhati-hati saat menerima surat elektronik atau 'email' yang berisi peringatan lapor pajak. 

Sebab, ada modus penipuan baru yang bersifat 'phising'. Penipu akan menyamar sebagai otoritas pajak dan meminta pengguna mengklik link tertentu dalam email untuk melakukan pelaporan pajak. 

Saat link diklik, data sensitif pengguna akan diserang dan bisa berakibat fatal. Salah satunya, membahayakan saldo pengguna di layanan dompet digital atau e-wallet.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan salah satu tanda email yang patut dicurigai bisa teridentifikasi dari pengirim. Ia menegaskan bahwa pemberitahuan resmi dari DJP akan menggunakan alamat email resmi, bukan perorangan. 

"Jadi kalau sender-nya tidak gunakan pajak.go.id itu berarti bukan dari DJP. Ini pengingat agar hati hati dalam membuka email yang mungkin bukan dari kami," kata dia dalam konferensi pers APBN Kita beberapa saat lalu.

Apabila masih ragu, wajib pajak bisa menghubungi kontak resmi DJP. Baik melalui e-mail, kring pajak maupun sosial media.

Metode penipuan link phising dapat menguras saldo m-banking anda. Modus penipuan phising kini makin beragam. Misalnya saja, penipu yang seolah-olah mengirimkan informasi soal paket dari ekspedisi. Tak hanya itu saja, ada juga yang seolah-olah memberikan undangan pernikahan.

Korban yang minim informasi dan literasi teknologi otomatis akan terjebak. Pemerintah pun sudah seringkali menghimbau masyarakat untuk tak asal membuka link.

Namun, jika sudah terlanjur, maka sebaiknya tak perlu panik, anda bisa melakukan beberapa hal ini untuk mengamankan saldo e-wallet.

1. Menggunakan nama alamat website palsu seperti " instagrammm.com", padahal yang asli adalah "instagram.com".

2. Konten tidak sesuai dengan website asli

3. Meminta untuk memasukkan data sensitif seperti pin atau kode OTP.

4. Terdeteksi sebagai website yang tidak amanyang ditandai dengan munculnaya peringatan "connection is not secure" pada browser.

1. Langsung matikan koneksi internet data maupaun WIFI yang sedang tersambung. Nah, dengan anda mematikan WiFi atau data seluler secepat mungkin, transfer data akan gagal karena tidak ada konektivitas internet.

2. Instal ulang aplikasi dan data M-banking seperti BRIMO, BCA Mobile, dan sebagainya.

3. Bersihkan ponsel dari malware RAT dengan melakukan factory reset. Setelah uninstal dan reset factory berhasil, HP bisa digunakan secara normal.

Nah, itu dia peringatan dari DJP sekaligus cara menanggulangi jika terlanjur terjerat penipu bermodus link phising. Semoga membantu!

 
(fab/fab)
 

Recommend