Kelengkapan syarat KPR rumah dibutuhkan untuk memperbesar potensi kredit disetujui. Apakah Anda tahu syarat apa saja yang harus dipenuhi?

Kali ini, Finansialku telah merangkum syarat, prosedur, dan gaji minimal untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah. Selamat membaca!

Syarat-syarat Mengajukan KPR Rumah

Bank menetapkan sejumlah syarat KPR rumah untuk memvalidasi keabsahan pengajuan kredit. Selain itu, mereka menggunakan dokumen persyaratan untuk memastikan individu mampu melunasi cicilan hingga rampung.

Berikut adalah syarat KPR rumah yang patut Anda ketahui:

#1 Syarat Umum

Secara umum, syarat KRP rumah yang harus dipenuhi antara lain:

  1. Warga Negara Indonesia
  1. Berusia minimal 21 tahun saat pengajuan
  1. Berusia maksimal 55 tahun (untuk karyawan) atau 65 tahun (untuk pengusaha) saat kredit selesai
  1. Memiliki penghasilan tetap
  2. Telah bekerja minimal 2 tahun (karyawan) atau punya usaha minimal 3 tahun (pengusaha)

#2 Syarat KPR Rumah Perorangan Bukan Pengusaha

Berikut adalah syarat dokumen KPR rumah untuk karyawan:

  1. Salinan KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
  1. Salinan Kartu Keluarga
  1. Salinan NPWP
  1. Salinan surat nikah atau surat cerai (jika sudah menikah atau bercerai)
  1. Salinan rekening koran pribadi 3  bulan terakhir
  1. Slip gaji asli 1 bulan terakhir
  1. Surat rekomendasi perusahaan
  2. Akta pisah harta nota riil (jika pisah harta)

#3 Syarat KPR Rumah Perorangan Pengusaha dan Wiraswasta

Jika Anda pengusaha, berikut syarat dokumen pengajuan KPR yang harus dipenuhi:

  1. Salinan KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
  1. Salinan Kartu Keluarga
  1. Salinan NPWP
  1. Salinan rekening koran pribadi 3  bulan terakhir
  1. Salinan Akta Pendirian Usaha
  1. Salinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  2. Surat Pernyataan Kredit Pemilikan Rumah

Prosedur Mengajukan KPR Rumah

Setelah tahu syarat KPR rumah terbaru, Anda juga perlu paham mekanisme pengajuannya.

Berikut adalah prosedur pengajuan KPR rumah yang perlu Anda pelajari:

#1 Memilih Rumah yang Diinginkan

Menentukan hunian merupakan langkah awal krusial dalam pengajuan KPR. Lakukan konfirmasi dengan bank atau broker properti untuk memastikan ketersediaan program KPR pada hunian yang diinginkan.

Selanjutnya, survei lokasi perumahan terkait untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

#2 Identifikasi Spesifikasi Rumah dengan Cermat

Setelah menentukan properti yang diminati, penting untuk melakukan konfirmasi dengan agen properti terkait beberapa hal, antara lain:

#1 Konfirmasi Detail Finansial

  • Harga rumah: Pastikan Anda memahami total harga properti, termasuk rincian biaya tambahan seperti pajak, PPN, dan biaya notaris.
  • Uang muka: Tanyakan besaran uang muka yang diwajibkan dan opsi pembayarannya.
  • Sistem cicilan: Jika Anda memilih pembayaran secara kredit, pelajari skema cicilan yang ditawarkan, termasuk tenor, suku bunga, dan biaya administrasi.

#2 Periksa denah dan Fasilitas

  • Denah rumah: Pelajari denah rumah secara seksama untuk memahami tata ruang, luas ruangan, dan detail lainnya.
  • Fasilitas sekitar: Pastikan Anda mengetahui fasilitas penting yang tersedia di sekitar perumahan, seperti pasar, puskesmas, sekolah, dan akses transportasi.

#3 Konfirmasi Legalitas

  • Sertifikat: Pastikan properti memiliki sertifikat hak milik yang sah dan bebas dari sengketa.
  • IMB: Periksa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk memastikan properti dibangun sesuai regulasi.

#4 Lakukan Survei Lapangan

  • Kunjungan langsung: Kunjungi lokasi properti untuk melihat langsung kondisi bangunan dan lingkungan sekitar.
  • Perhatikan detail: Perhatikan kondisi bangunan, infrastruktur, dan aksesibilitas ke lokasi.

#5 Konsultasi dengan Ahli

Jika Anda membutuhkan saran profesional, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat hukum atau Perencana Keuangan Finansialku sebelum mengambil keputusan final.

Selama konsultasi, Anda akan diberi gambar sistem kredit dan plus minusnya serta perencanaan keuangannya agar bisa membuat keputusan dengan lebih hati-hati. Booking jadwal konsultasi Anda sekarang melalui WhatsApp 0851 5866 2940.

#3 Bayar Uang Booking

Sebelum mengajukan Kredit Perumahan Rakyat (KPR), calon pembeli umumnya perlu menyerahkan uang booking sebagai bukti pemesanan unit rumah.

Uang booking ini berfungsi untuk menandakan keseriusan calon pembeli dalam membeli rumah dan memastikan bahwa unit yang dipilih tidak akan ditawarkan ke pihak lain.

Perlu diingat bahwa setiap pengembang properti punya kebijakan yang berbeda terkait uang booking. Oleh karena itu, dapatkan informasi yang jelas dan detail mengenai kebijakan ini kepada pengembang, termasuk besarannya, cara pembayaran, dan ketentuan pengembaliannya.

#4 Ajukan KPR ke Bank

Selanjutnya, Anda bisa mengajukan kredit ke bank. Jangan lupa lengkapi semua syarat KPR rumah agar pengajuan diterima.

Biasanya, pengembang akan membantu proses pengajuan KPR di bank yang bekerja sama. Jika fitur ini tidak tersedia, Anda bisa melakukan proses pengajuan KPR secara mandiri.

Selanjutnya, tunggu konfirmasi bank terkait pengajuan kredit. Mereka akan memeriksa kapasitas pembayaran, riwayat kredit, dan dokumen yang Anda serahkan. Anda akan mendapat Surat Persetujuan Kredit jika pengajuan di-approve.

#5 Tandatangani Akta Kredit

Penandatanganan akta kredit merupakan simbol kepercayaan dan komitmen bersama. Bank percaya bahwa Anda mampu menyelesaikan kewajiban. Di sisi lain, Anda yakin bahwa bank akan memberikan layanan KPR terbaik.

Proses penandatanganan akta kredit umumnya dilakukan di kantor bank atau di hadapan notaris. Sebelum menandatangani, Anda diwajibkan untuk membaca dan memahami seluruh isi akta kredit dengan saksama.

Jika terdapat pertanyaan atau ketidakjelasan, Anda sebagai pemohon berhak meminta penjelasan kepada pihak bank atau notaris. Setelah ditandatangani, kedua belah pihak terikat secara hukum untuk memenuhi kewajibannya masing-masing.

Berapa Gaji Minimal Untuk Pengajuan KPR

KPR tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Pasalnya, bank memberlakukan minimal gaji untuk mengukur kemampuan pelunasan.

KPR rumah subsidi bisa diambil oleh mereka yang punya pendapatan antara Rp4 juta sampai Rp7 juta dengan masa kerja minimal 2 tahun. Sementara KPR rumah komersial bisa diambil oleh mereka yang punya pendapatan minimal Rp5 juta.

Apa Itu KPR?

Studi berjudul “Analisis Pengaruh Suku Bunga Kredit Pemilikan Rumah dan Prosedur Kredit Pemilikan Rumah Terhadap Realisasi Kredit Pemilikan Rumah Non Subsidi Pada Pt. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Surabaya”, mengartikan KPR sebagai fasilitas pembiayaan bank yang diberikan ke masyarakat untuk mendapat rumah.

KPR banyak dipilih karena memungkinkan individu dengan pendapatan yang tidak terlalu tinggi punya rumah impian dengan sistem cicilan. Cara ini dianggap lebih efektif dibanding mengumpulkan dana selama bertahun-tahun sambil melawan inflasi.

Beli Rumah Impian Bertahap

KPR memungkinkan individu membeli rumah secara bertahap dengan sistem cicilan. Opsi ini memungkinkan Anda mendapat hunian dengan harga saat ini meski pelunasan berlangsung hingga beberapa tahun mendatang.

Sebelum melengkapi syarat KPR rumah dan mengajukannya, Anda bisa berkonsultasi dengan Perencana Keuangan Finansialku untuk memastikan pengambilan keputusan keuangan.

Sebab, pembiayaan rumah adalah beban yang cukup besar dan lama. Cek informasi konsultasi lebih lanjut di WhatsApp 0851 5866 2940.