Harga Emas Anjlok, Tertekan Dolar AS dan Kekhawatiran Resesi

Bisnis · 29 Jun 2022 582 Views

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas melemah pada pada akhir perdagangan Selasa (28/6/2022) menyusul penguatan dolar AS di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan pengetatan moneter Federal Reserve yang agresif akan menyeret AS ke jurang resesi.

Harga emas berjangka Comex New york untuk pengiriman Agustus ditutup melemah 3,6 pin atau 0,2 persen ke level US$1.821,20 per troy ounce, memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut.

Sementara itu, dolar AS menguat pada Selasa karena pelaku pasar melarikan diri dari aset-aset berisiko ke mata uang safe haven di tengah kekhawatiran resesi ekonomi.​​​​​​​

"Komoditas-komoditas semakin ditakuti oleh hantu resesi dengan ketakutan resesi mendorong penurunan secara keseluruhan," kata kepala strategi komoditas Saxo Bank Ole Hansen, dilansir Antara, Rabu (29/6/2022).

Pejabat Federal Reserve pada Selasa menjanjikan kenaikan suku bunga cepat lebih lanjut untuk menurunkan inflasi yang tinggi, tetapi mendorong kembali meningkatnya kekhawatiran di kalangan investor dan ekonom bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi akan memicu resesi.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan banyak yang khawatir bahwa bank sentral bertindak terlalu agresif dan mungkin mendorong ekonomi ke dalam resesi.

"Saya sendiri khawatir jika tidak terkendali, inflasi akan menjadi kendala dan ancaman utama bagi ekonomi AS dan ekspansi yang berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, lembaga riset The Conference Board melaporkan pada Selasa (28/6) bahwa indeks kepercayaan konsumen AS merosot ke 98,7 pada Juni dari 103,2 pada Mei, penurunan bulanan kedua berturut-turut dan level terendah sejak Februari 2021, memberikan dukungan terbatas untuk emas.

Indeks NSA Harga Rumah Nasional AS dari S&P CoreLogic Case-Shiller, yang mencakup sembilan divisi sensus AS, melaporkan kenaikan tahunan 20,4 persen pada April, turun dari 20,6 persen di bulan sebelumnya.

Harga emas telah terjebak dalam kisaran US$1.800 hingga US$1.880 sejak pertengahan Mei.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend