Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 4 Juli 2022, Tersengat Kecemasan Resesi

Bisnis · 04 Jul 2022 4.8K Views

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Senin (4/7/2022) ditopang oleh sentimen risk-off investor di tengah kekhawatiran pasar terhadap resesi ekonomi.

Analis Monex Investindo Futures menyatakan hari ini harga emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistensi US$1.816 per troy ounce, selama harga tidak mampu menembus level support US$1.805 per troy ounce.

“Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji support selanjutnya US$1.800 per troy ounce,” jelasnya dalam riset harian, Senin (4/7/2022).

Di dalam negeri, berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp989.000, turun Rp2.000 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, Minggu (3/7/2022).

Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp544.500, tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan kemarin.

Adapun pasar komoditas tampak dipengaruhi sejumlah sentimen global pada perdagangan hari ini. Mengutip Bloomberg di sesi Asia, indeks AS dolar tergelincir, sementara komoditas lain seperti minyak mentah mendekati US$108 per barel dan Bitcoin melayang tepat di atas level US$19.000.

Di Amerika dan negara lain, tanda-tanda kelemahan ekonomi menjadi lebih jelas dalam segala hal mulai dari pengeluaran pribadi hingga manufaktur. Investor semakin khawatir tentang resesi dan implikasinya daripada berfokus pada tekanan harga yang meningkat.

“Psikologi pasar bergeser secara radikal dari kekhawatiran inflasi ke yang sekarang di mana kami sangat fokus pada pertumbuhan,” kata Chris Weston, kepala penelitian Pepperstone Group, menulis dalam sebuah catatan.

Salah satu ketakutan pelaku pasar sekarang adalah bahwa The Fed akan terlalu lambat dalam menaikkan kembali suku bunganya.

Di Cina, kasus Covid terus meningkat selama akhir pekan, sehingga menjadi ujian lain untuk strategi pemerintah setempat dalam mencoba menghilangkan lockdown.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend