Indeks dolar AS (DXY) telah melaju sekitar 12 persen sepanjang tahun ini, dan bahkan mencetak rekor tertinggi historis kemarin. Posisinya mundur tipis ke kisaran 106.97 pada awal sesi Eropa hari ini (7/Juli), karena sejumlah pelaku pasar mempertanyakan seberapa lama greenback dapat mempertahankan ketangguhannya. Namun, hasil survei Reuters terbaru menunjukkan bahwa mayoritas analis menilai dolar AS akan tetap kuat hingga minimal 3 bulan ke depan.
Grafik DXY Daily via TradingView
Sebanyak 48 analis dalam survei yang diselenggarakan Reuters pada 1-6 Juli lalu menyampaikan opini bahwa tren penguatan dolar AS akan terus berlangsung, tetapi mereka mengungkapkan kurun waktu berbeda-beda. Sebanyak 19 analis diantaranya menyebut 3-6 bulan, 10 analis menyatakan 6-12 bulan, 4 analis menilai minimal satu tahun, dan 4 lainnya berpendapat setidaknya 2 tahun. Hanya 11 responden yang menilai penguatan USD akan bertahan kurang dari 3 bulan.
Dapat disimpulkan bahwa mayoritas analis memperkirakan kurs dolar AS akan tetap perkasa dalam jangka pendek, atau minimal selama 3 bulan ke depan. Di saat yang sama, mayoritas menilai kurs dolar AS akan melemah dalam kurun waktu sekitar 1 tahun ke depan.
Beragam variabel memengaruhi keperkasaan dolar AS saat ini, baik dari dalam maupun luar negeri Paman Sam. Pertama, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tetap agresif. Kedua, tingginya minat beli safe haven di tengah kekhawatiran terhadap risiko resesi global.
Notulen dari rapat FOMC bulan Juni yang dirilis tadi pagi menyebutkan bahwa para pengambil kebijakan "mengakui kemungkinan sikap yang lebih ketat dapat dilakukan jika tekanan inflasi yang tinggi terus berlanjut". Para peserta rapat menilai kenaikan suku bunga The Fed sebanyak 50 atau 75 basis poin dapat diumumkan pada rapat bulan Juli.
Mata uang-mata uang berbunga lebih rendah kemungkinan akan paling terdampak oleh tingginya pamor dolar AS, khususnya euro, yen, dan pound sterling. Mata uang-mata uang negara berkembang juga bakal tertekan lantaran perpindahan arus hot money ke dolar AS dan aset safe haven lainnya.