Perdana Menteri Inggris Mengundurkan Diri, Sterling Berkonsolidasi
SeputarForex · 08 Jul 2022 1.5K Views

Inggris menghadapi situasi politik yang tak biasa dalam pekan ini, mencapai titik kulminasinya dengan pengunduran diri PM Boris Johnson. Sejumlah analis memandang pengunduran diri Johnson dapat berdampak positif bagi pound sterling, tetapi para trader agaknya masih memilih untuk wait-and-see. GBP/USD menguat cukup tinggi ke atas ambang 1.2000 seusai pengumuman Johnson kemarin, tetapi surut lagi dalam perdagangan hari ini.

GBPUSD Daily Grafik GBP/USD Daily via TradingView

Krisis politik Inggris bermula dengan pengunduran diri Menteri Kesehatan Sajid Javid dan Menteri Keuangan Rishi Sunak pada awal pekan. Keduanya mengklaim perbedaan visi dan hilangnya kepercayaan pada Johnson sebagai alasan. Setelah itu, anggota kabinet Johnson dan anggota parlemen dari partai Konservatif beramai-ramai "memberontak".

Partai Konservatif agaknya sudah tak sabar lagi lantaran Johnson terus menerus terlibat skandal. Skandal terakhir berkaitan dengan Chris Pincher, Deputy Chief Whip yang sebelumnya dipromosikan oleh Johnson. Johnson tetap mempromosikannya meski telah mengetahui "reputasi tak sedap" Pincher sebagai "tersangka" kasus pelecehan seksual.

Sekitar 60 orang mengundurkan diri dari posisi mereka dalam pemerintahan, termasuk Menteri Pendidikan dan Menteri Keuangan anyar yang baru dilantik dalam tempo kurang dari 48 jam. Semuanya mendesak agar Johnson mengundurkan diri.

Johnson tak mampu "ngotot" mempertahankan posisinya lagi di tengah situasi ini. Pada pertengahan sesi Eropa kemarin, ia akhirnya mengumumkan pengunduran diri.

Proses pemilihan pengganti ketua partai Konservatif selanjutnya akan berlangsung mulai hari ini, disusul oleh pengumuman jadwal lengkap pada pekan depan. Johnson akan tetap menjabat hingga terpilihnya pimpinan partai baru -yang juga akan menduduki kursi PM Inggris-.

Hasil survei YouGov menyebutkan sejumlah kandidat yang paling populer untuk menggantikan Johnson. Peringkat tertinggi dihuni oleh Menteri Pertahanan Ben Wallace, Menteri Perdagangan Internasional Penny Mordaunt, Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak, dan Menteri Luar Negeri Liz Truss.

Bukan hanya anggota partai Konservatif saja yang kecewa terhadap kepemimpinan Johnson, melainkan juga pelaku pasar keuangan. Lengsernya Johnson saat ini pun dipandang sebagai peluang positif bagi pound sterling. Khususnya jika pemimpin baru Inggris kelak berani merintis reformasi struktural yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, serta bersedia memperbaiki hubungan dengan Uni Eropa terkait masalah Irlandia Utara.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend

Load failed