Khawatir Rusia Setop Pasokan Gas, Industri Prancis Beralih ke Minyak

inews · 11 Jul 2022 860 Views
Khawatir Rusia setop pasokan gas, industri Prancis beralih ke minyak

PARIS, iNews.id - Perusahaan di Prancis yang banyak menggunakan energi mempercepat rencana darurat dan mengubah boiler gas milik mereka menjadi minyak. Itu dilakukan sebagai upaya untuk menghindari gangguan jika Rusia menghentikan pasokan gasnya, yang bisa menyebabkan pemadaman listrik. 

Beberapa eksekutif puncak perusahaan Prancis mengatakan, mereka sedang mempersiapkan kemungkinan pemadaman listrik. 

"Apa yang telah kami lakukan adalah kami telah mengubah boiler kami, sehingga mereka mampu menggunakan gas atau minyak, dan kami bahkan dapat beralih ke batu bara jika perlu. Tujuannya adalah untuk menghindari penutupan pabrik jika kita menghadapi kekurangan (gas)," kata Florent Menegaux, bos Michelin, salah satu pembuat ban terkemuka di dunia, dikutip dari Reuters, Senin (11/7/2012).

Dia menuturkan, Eropa kemungkinan besar bakal kekurangan gas, namun minyak masih akan tersedia sebagai alternatif. Menurut Menegaux, karena dibutuhkan berhari-hari untuk memproduksi ban di pabrik, sehingga penting untuk mempertahankan pasokan energi yang stabil.

Rusia pada Juni lalu telah mengurangi aliran gas melalui pipa Nord Stream 1, yang merupakan rute utamanya untuk pengiriman gas ke Eropa barat, hingga 40 persen dari kapasitas. Kalangan politisi dan industri di sana khawatir akan ada kendala pasokan lebih lanjut terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Di seluruh Eropa, industri telah beralih ke bahan bakar yang lebih berpolusi daripada gas. Ini sebagai solusi dalam mengatasi biaya ekonomi dari gangguan bisnis dan lonjakan harga energi, daripada target jangka panjang untuk beralih ke bahan bakar nol karbon.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan kepada eksekutif puncak perusahaan yang menghadiri konferensi pada akhir pekan lalu, semuanya harus mempersiapkan diri menghadapi pengurangan pasokan gas dari Rusia.

"Mari kita bersiap untuk pemutusan aliran gas Rusia," ujarnya.

Prancis, bergantung pada tenaga nuklir sekitar 70 persen untuk listriknya, yang berarti ketergantungan langsung pada gas Rusia jauh lebih sedikit daripada negara tetangganya, Jerman. Namun, produsen listrik EDF yang dikendalikan negara sedang berjuang untuk memenuhi kebutuhan gas karena pemadaman di pembangkit listriknya yang sudah tua, meningkatkan beban pada sektor energi lainnya.

Produksi energi di 29 dari 56 reaktor nuklirnya telah dihentikan karena inspeksi dan perbaikan. Sementara itu, pemerintah Prancis sedang memeriksa perusahaan-perusahaan mana saja yang bergantung pada pasokan energi yang tidak terputus. Prancis juga berusaha untuk mengurangi dampak lonjakan harga energi dengan membatasi harga gas dan listrik eceran hingga akhir tahun, yang telah membantu menjaga inflasi Prancis menjadi yang terendah di Eropa.

Seorang ketua perusahaan industri besar lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, meyakini semua bisnis besar di Prancis sedang mempertimbangkan untuk beralih ke minyak.

Chief Executive Stellantis, Carlos Tavares mengatakan pada bulan lalu, produsen mobil Stellantis sedang mempertimbangkan pilihan untuk memproduksi energinya sendiri jika terjadi krisis energi. Itu termasuk membangun pembangkit energi atau berinvestasi di pembangkit yang sudah ada untuk mengamankan bagian dari produksi.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend