Nilai Tukar Euro dan Dolar AS Hampir Sama untuk Pertama Kalinya dalam 20 Tahun

inews · 12 Jul 2022 913 Views
Nilai tukar euro dan dolar AS hampir sama untuk pertama kalinya dalam 20 tahun. Foto: Reuters

NEW YORK, iNews.id - Nilai Tukar antara euro dan dolar Amerika Serikat (AS) hampir sama untuk pertama kalinya dalam 20 tahun. Kedua mata uang tersebut berjarak kurang dari 1 sen dari paritas. 

Euro berada di 1,004 per dolar AS pada Senin (11/7/2022) sore, anjlok sekitar 12 persen sejak awal tahun ini. Hal itu dipicu kekhawatiran resesi di benua Eropa yang meningkat akibat tingginya inflasi dan ketidakpastian pasokan energi karena perang Rusia-ukraina. 

Uni Eropa yang mengimpor 40 persen gasnya dari Rusia sebelum perang, berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas negara tersebut. Pada saat yang sama, Rusia telah membatasi pasokan gas ke sejumlah negara Uni Eropa dan baru-baru ini memangkas aliran gas melalui pipa Nord Stream ke Jerman sebesar 60 persen. 

Sekarang bagian penting dari infrastruktur impor gas di Eropa telah ditutup untuk pemeliharaan terjadwal. Pejabat Jerman khawatir, pipa itu mungkin tidak dihidupkan lagi.

Krisis energi datang bersamaan dengan perlambatan ekonomi, yang menimbulkan keraguan apakah Bank Sentral Eropa dapat memperketat kebijakan untuk menurunkan inflasi. ECB mengumumkan akan menaikkan suku bunga bulan ini untuk pertama kalinya sejak 2011 karena tingkat inflasi zona Eropa berada di 8,6 persen.

Jerman mencatat defisit neraca perdagangan pertamanya sejak 1991 pekan lalu karena harga bahan bakar dan kekacauan rantai pasokan umum secara signifikan meningkatkan harga impor.

"Mengingat sifat ekspor Jerman yang sensitif terhadap harga komoditas, masih sulit untuk membayangkan neraca perdagangan dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan mengingat perkiraan perlambatan ekonomi zona Eropa," tulis ahli strategi valuta asing Saxo Bank dalam catatan baru-baru ini, dikutip dari CNN Business, Selasa (12/7/2022).

Para analis mengatakan, serangkaian kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral, termasuk The Fed, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat akan menjaga tekanan pada euro. Hal ini akan mendorong investor memilih dolar AS sebagai save haven atau tempat yang aman.

Deutsche Global Head of FX Research George Saravelos dalam sebuah catatan minggu lalu memperingatkan, safe haven ke dolar AS ini bisa menjadi lebih ekstrem jika Eropa dan AS memasuki resesi.
 
"Situasi di mana euro diperdagangkan di bawah dolar AS pada kisaran 0,95 hingga 0,97 dolar AS dapat tercapai dengan baik, jika Eropa dan AS mendapati diri mereka tergelincir ke dalam resesi (lebih dalam) di kuartal III, dengan The Fed masih menaikkan suku bunga," tulis Saravelos.

Itu kabar baik bagi masyarakat Amerika yang berencana mengunjungi Eropa musim panas ini, tetapi bisa menjadi berita buruk bagi stabilitas ekonomi global.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend