ChatGPT Bikin Google Kebakaran Jenggot, Ini Buktinya!
CNBC Indonesia · 03 Feb 7.4K Views

Small toy figures are seen in front of Google logo in this illustration picture, April 8, 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Jakarta, CNBC Indonesia -
Google menyadari ancaman ChatGPT yang kini tengah naik daun. Bahkan, pendiri Google Larry Page tiba-tiba 'turun gunung' untuk menanggulanginya.

Page ditemani rekannya, Sergey Brin, berusaha membantu Sundar Pichai, CEO perusahaan, untuk melawan chatbot yang sempat viral milik OpenAI tersebut.

Berdasarkan laporan New York Times, Pichai kebingungan untuk menghadapi ChatGPT. Sebab, sistem itu dinilai dapat bekerja lebih baik dari mesin pencarian milik perusahaan Google Search.

Page dan Brin kabarnya telah bertemu dan rapat dengan petinggi perusahaan. Mereka menyusun rencana dan menyetujui untuk mengintegrasikan fitur chatbot dengan Search.

Kembalinya Page ke perusahaan dinilai luar biasa. Ini karena dia sempat menghilang dari publik setelah menyerahkan posisi CEO ke tangan Pichai pada 2015 lalu.

Brin pun sudah bertahun-tahun tak lagi merancang pengkodean untuk program Google. Berkat ChatGPT, Brin dilaporkan baru saja request untuk memasukkan kode program pertamanya setelah sekian lama.

Google Kerahkan Semua Karyawan Lawan ChatGPT

Dikutip dari CNBC International, Kamis (3/2/2023), chatbot buatan Google dengan nama kode "Atlas" kini sudah dalam tahap pengujian. Atlas katanya dipersiapkan untuk terintegrasi pada mesin pencarian Google.

Tak cukup satu, Google juga mengembangkan chatbot bernama "Apprentice Bard". Layanan itu meminta seluruh karyawannya menguji coba chatbot tersebut.

Sama seperti ChatGPT, Apprentice Bard memungkinkan karyawan melempar pertanyaan untuk kemudian dijawab oleh sang chatbot. Para petinggi Google sepertinya mengerahkan seluruh karyawannya untuk memprioritaskan layanan ini.

Menurut laporan CNBC International, Google secara aktif meminta para karyawan untuk memberikan masukan (feedback) selama beberapa pekan terakhir. Hal ini diketahui dari dokumen internal yang bocor, serta beberapa sumber dalam.

Pengujian intensif ini dilakukan beberapa saat setelah meeting besar di Google, di mana para karyawan menyampaikan keresahan mereka atas ChatGPT. Chatbot yang bikin geger itu diluncurkan oleh OpenAI, perusahaan asal San Francisco yang didanai Microsoft.

Chief AI Google, Jeff Dean, mengatakan ke para karyawan untuk tak panik. Menurut dia, perusahaan sebesar Google memiliki risiko reputasi yang lebih besar, sehingga pengembangan AI-nya harus benar-benar hati-hati.

"Pendekatan kita memang lebih konservatif ketimbang startup kecil," kata dia.

Kendati demikian, ia dan CEO Google, Sundar Pichain, mengatakan bahwa produk pesaing ChatGPT akan digenjot dan kemungkinan besar dirilis publik tahun ini.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend