GBPUSD Berpotensi Turun karena Penguatan USD
DCFX · 06 Feb 191.8K Views
GBPUSD Berpotensi Turun karena Penguatan USD

XAUUSD/ GOLD


Analisa Teknikal:

Harga cenderung turun cukup dalam karena harga emas sudah naik terlalu tinggi dan berpotensi untuk pembalikan yang cukup kuat, secara teknikal harga berada di titik jenuh beli dan berpotensi turun cukup dalam, didukung analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Sell  

Potensi untuk Short-term: Buy

Analisa Fundamental:

Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas dunia memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut tertekan oleh dolar AS yang menguat di tengah melemahnya euro dan pound Inggris, setelah bank sentral mereka menaikkan suku bunga.

Melansir Antara, Jumat (3/2/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD12 atau 0,62% menjadi ditutup pada 1.930,80 dolar AS per ounce.

Harga emas menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sembilan bulan sebelum mundur kembali. Investor bertaruh bahwa Federal Reserve akan segera mengakhiri kampanye kenaikan suku bunganya.

Dolar AS menguat pada Kamis (2/2) di tengah melemahnya euro dan pound Inggris, setelah Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Kamis (2/2), dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,56% menjadi 101,754.

Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin seperti yang diharapkan Rabu (1/2), dan mengisyaratkan lebih banyak kenaikan kemungkinan terjadi sebelum bank sentral mengambil jeda dalam perjuangannya melawan inflasi.

Dalam konferensi pers pada Rabu (1/2), pernyataan Ketua Fed Jerome Powell tampaknya lebih dovish daripada yang diperkirakan banyak pelaku pasar. Investor juga menunggu laporan pekerjaan yang akan keluar pada Jumat waktu setempat.

Data ekonomi yang dirilis Kamis (2/2) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS turun 3.000 ke penyesuaian musiman 183.000 dalam pekan yang berakhir 28 Januari, level terendah sejak April 2022.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan produktivitas tenaga kerja sektor bisnis non-pertanian AS meningkat 3,0% pada kuartal keempat tahun 2022.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 0,6 sen atau 0,03%, menjadi ditutup pada USD23,615 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD30,90 atau 3,08%, menjadi menetap pada USD1.032,60 per ounce.

USDJPY

Analisa Teknikal:

USD berpotensi untuk menguat cukup signifikan, karena secara teknikal harga USD sudah terlalu turun terlalu lama dan berpotensi akan naik, didukung analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analis Fundamental:

Dolar AS melonjak pada hari Jumat setelah data Non-Farm Payrolls AS menunjukkan bahwa pemberi kerja menambahkan lebih banyak pekerjaan secara signifikan pada bulan Januari daripada yang diperkirakan para ekonom, berpotensi memberi Federal Reserve lebih banyak kelonggaran untuk mempertahankan kenaikan suku bunga.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan bahwa Non-Farm Payroll melonjak sebanyak 517.000 pekerjaan bulan lalu. Data untuk bulan Desember direvisi lebih tinggi untuk menunjukkan 260.000 pekerjaan ditambahkan, bukan 223.000 yang dilaporkan sebelumnya.

Penghasilan per jam rata-rata naik 0,3% setelah naik 0,4% pada bulan Desember. Itu menurunkan kenaikan upah tahun-ke-tahun menjadi 4,4% dari 4,8% pada bulan Desember. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan gaji meningkat sebesar 185.000 pekerjaan dan upah naik 4,3% tahun ke tahun.

Dolar AS naik 0,77% pada hari ini terhadap sekeranjang mata uang di 102,50. Euro turun 0,51% menjadi $1,0855. Poundsterling turun 0,85% pada 1.2121. Dolar naik 1,7% terhadap yen Jepang menjadi 130,94.

EURUSD

Analisa Teknikal:

Arah Euro mulai mengalami penurunan pada saat berita Non-Farm pada Jumat (3/02/2023), karena menguatnya USD dan berada di titik jenuh beli, sehingga berpotensi berbalik arah menjadi bearish, didukung analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Sell

Potensi untuk Short-term: Buy

Analisa Fundamental:

EUR/USD berhasil mengalami rebound ke atas 1.1000, setelah sempat turun ke bawah 1.0900 pada hari Kamis.

Rebound EUR/USD disebabkan karena melemahnya dollar AS secara luas setelah keluarnya pengumuman FOMC the Fed dan konferensi pers ketua the Fed Jerome Powell.

Namun rebound EUR/USD tidak berlangsung lama. EUR/USD segera berbalik turun dan diperdagangkan di sekitar 1.0911, setelah keputusan ECB untuk menaikkan tingkat bunga sebesar 50 bps diikuti dengan Lagarde menahan diri untuk berkomitmen mengenai kenaikan tingkat bunga berikutnya setelah bulan Maret yang menyebabkan Euro kehilangan daya tariknya.

Tekanan turun terhadap EUR/USD bertambah dengan berbalik menguatnya dollar AS. Pasar masih menggali pernyataan FOMC the Fed yang keluar pada hari Rabu malam waktu AS dan pernyataan ketua the Fed Jerome Powell di dalam konferensi persnya.

The Fed menaikkan tingkat bunga kuncinya sebesar 25 bps sebagaimana yang telah diperkirakan secara luas.

Namun, pernyataan Powell di dalam konferensi persnya membawa pasar percaya bahwa the Fed sudah dekat dengan mengakhiri kenaikan tingkat bunganya.

Powell berkata bahwa inflasi sudah mereda, namun masih perlu ditarik turun lebih jauh. Powell menyebutkan perkataan “disinflasi” sebagai kondisi ekonomi AS saat ini.

Kebanyakan orang sepakat bahwa di dalam penilaian final, Powell tidaklah se-hawkish, seperti dalam konferensi persnya selama ini dan membuka pintu bagi the Fed untuk membuat “pivot” lebih cepat yang membuat dollar AS mengalami tekanan turun yang berat.

Namun penurunan dollar AS tidak berlangsung lama. Indeks dollar AS segera berbalik naik setelah pasar menggali lebih dalam pernyataan FOMC the Fed.

GBPUSD

Analisa teknikal:

Ada potensi penurunan untuk GBP yang di hubungkan dengan tanda-tanda menguatnya USD Jumat kemarin. Peningkatan USD membuat harga turun dan dapat menekan inflasi di Inggris, dan karena harga berada di titik jenuh beli sehingga berpotensi akan ada pembalikan yang cukup besar terhadap GBP, didukung analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Sell

Potensi untuk Short-term: Buy

Analisa Fundamental:

GBP/USD gagal mengambil keuntungan dari keputusan Bank of England yang menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 50 bps pada bulan Februari dan turun ke kerendahan beberapa minggu dekat 1.2250 di sekitar 1.2244.

Turunnya GBP/USD disebabkan karena komentar Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengenai outlook inflasi.

Bailey mengatakan bahwa sudah ada tanda pertama bahwa inflasi telah berbalik arah. Komentar Bailey ini dan tidak adanya signal dari Bank of England untuk menaikkan tingkat bunga lebih lanjut membuat tekanan turun terhadap GBP/USD.

Tekanan turun bertambah dengan berbalik naiknya indeks dollar AS yang sebelumnya mengalami tekanan turun yang berat. Setelah keluarnya pengumuman dan pernyataan FOMC the Fed dan konferensi pers ketua the Fed Jerome Powell, muncul persepsi bahwa Federal Reserve AS akan mengakhiri kebijakan moneter pengetatannya lebih cepat yang membuat dollar AS turun karena mengalami aksi jual.

Pasar masih menggali pernyataan FOMC the Fed yang keluar pada hari Rabu malam waktu AS dan pernyataan ketua the Fed Jerome Powell di dalam konferensi persnya. The Fed menaikkan tingkat bunga kuncinya sebesar 25 bps sebagaimana yang telah diperkirakan secara luas.

Namun, pernyataan Powell di dalam konferensi persnya membawa pasar percaya bahwa the Fed sudah dekat dengan mengakhiri kenaikan tingkat bunganya. Powell berkata bahwa inflasi sudah mereda, namun masih perlu ditarik turun lebih jauh. Powell menyebutkan perkataan “disinflasi” sebagai kondisi ekonomi AS saat ini. Kebanyakan orang sepakat bahwa di dalam penilaian final, Powell tidaklah se-hawkish, seperti dalam konferensi persnya selama ini dan membuka pintu bagi the Fed untuk membuat “pivot” lebih cepat.

Namun penurunan dollar AS tidak berlangsung lama. Indeks dollar AS segera berbalik naik setelah pasar menggali lebih dalam pernyataan FOMC the Fed.

AUDUSD

Analisa Teknikal:

Potensi penurunan AUD terkait tanda menguatnya USD Jumat kemarin dan tingginya inflasi Australia, dan karena harga berada di titik jenuh beli sehingga berpotensi akan ada pembalikan yang cukup besar terhadap AUD, didukung dengan analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Sell

Potensi untuk Short-term: Buy

Analisa Fundamental:

AUDUSD cenderung melemah karena berita Non-Farm Payroll dan harga memang sudah berada di titik jenuh beli sehingga berpotensi kuat untuk penurunan yang cukup dalam, dan dapat menekan inflasi di Australia. Berita RBA Interest Rate Decision pada hari Selasa dapat menggerakan mata uang AUD.

WTI

Analisa teknikal:

WTI memiliki potensi pembalikan yang cukup besar dari bearish ke bullish,  harga cenderung turun menjelang berita Non-farm, sehingga menyebabkan penurunan, namun penurunan itu sepertinya tidak akan lama, dan kemudian melanjutkan kenaikan harga secara teknikal, didukung analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Harga minyak dunia turun pada Jumat (3/2/2023) dipicu data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru.

Seperti dilansir Reuters, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2023 turun US$2,49, atau sekitar 3,3 persen, menjadi US$73,39 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman April 2023 merosot US$2,23, atau sekitar 2,7 persen, menjadi US$79,94 per barel di London ICE Futures Exchange.

Dalam sepekan terakhir, harga minyak WTI dan Brent masing-masing turun 7,9 persen dan 7,8 persen.

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS berakselerasi secara tajam pada Januari 2023, dengan angka nonfarm payroll meningkat 517.000, jauh melampaui perkiraan peningkatan 185.000. Tingkat pengangguran mencapai level terendah dalam 53,5 tahun terakhir, yaitu 3,4 persen.

Positifnya pertumbuhan pekerjaan AS mencuatkan kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve yang membuat pertumbuhan ekonomi terhambat dan permintaan minyak mentah berkurang.

Disclaimer.

Investasi Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend