5 Pair Forex Dengan Spread Terendah

SeputarForex · 07 Feb 2023 62.8K Views

Menentukan currency pair adalah salah satu proses penting yang harus dipikirkan matang-matang sebelum terjun ke pasar forex. Pair yang digunakan dalam trading forex dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan seorang trader. Salah satu hal yang perlu diperhatikan kembali saat menentukan currency pair adalah spread .

Apa itu spread? Mengapa spread penting dalam penentuan pair? Bagaimana cara menghitungnya, dan pair apa saja yang memiliki spread terendah? Simak jawaban dari semua pertanyaan tersebut berikut ini.

pair spread rendah

 

Spread merupakan istilah yang cukup umum digunakan dalam trading forex. Spread adalah sebuah istilah yang merujuk pada perbedaan antara permintaan dan penawaran harga untuk suatu Pair valuta asing (Currency Pair). Sederhananya, istilah ini digunakan untuk menunjukkan selisih harga saat seorang trader menjual dan membeli Currency Pair tersebut pada harga yang sudah ditentukan.

Spread juga dapat merujuk pada biaya yang telah ditetapkan oleh broker dan harus dibayarkan trader agar dapat melanjutkan transaksi.

Spread menentukan seberapa banyak keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh trader. Semakin besar Spread Currency Pair yang diperjualbelikan, maka semakin besar juga kemungkinan untuk mendapat keuntungan. Namun besarnya Spread juga membawa risiko yang cukup tinggi. Sebesar kemungkinan Anda memperoleh keuntungan, maka sebesar itu pula Anda bisa menanggung kerugian. Oleh sebab itu, menentukan Spread Currency Pair yang sesuai sangatlah penting.

Pada umumnya, Spread dalam trading forex dapat menentukan seberapa banyak keuntungan dan kerugian pada setiap transaksi. Spread forex dapat sangat luas dengan jumlah yang sangat besar. Namun trader juga dapat menemukan Spread yang lebih longgar dengan jumlah yang lebih sedikit. Longgar atau tidaknya Spread dari Currency Pair yang dipilih oleh trader biasanya ditentukan oleh broker. Selain itu, ada beberapa faktor lain seperti volatilitas, event, dan kapan trading dilakukan.

Setidaknya ada dua tipe Spread yang harus trader ketahui sebelum melakukan trading forex. Tipe pertama adalah opening Spread (bid Spread). Tipe ini pada umumnya merupakan jumlah minimum penawaran dari sebuah Pair yang dapat dibeli trader tanpa kewajiban. Tipe kedua adalah closing Spread (ask Spread) yang merujuk pada jumlah penawaran maksimum Currency Pair yang dapat dijual seorang trader tanpa kewajiban.

Sebelum bicara lebih lanjut mengenai besaran Spread yang baik bagi trader pemula, alangkah lebih baik jika trader tahu bagaimana cara menghitung Spread dari Pair yang dipilih. Seperti telah dijabarkan sebelumnya bahwa, Spread merupakan selisih antara harga jual dan beli sebuah Pair. Oleh sebab itu, trader harus mengetahui berapa harga jual dan beli dari sebuah Pair .

Selain itu, trader juga harus memiliki kemampuan untuk membaca bid dan ask dari Pair tersebut. Trader harus mengetahui base Currency dan counter Currency sebelum menghitung Spread. Base Currency merupakan mata uang yang biasanya muncul dibagian depan, sedangkan mata uang yang mengikutinya merupakan counter atau juga disebut dengan quote Currency.

Spread sendiri menunjukkan perbedaan atau selisih dari harga bid dan ask. Masih menggunakan contoh USD/CAD. Misalkan broker memasang bid dari pada 1.1200 dan ask pada 1.1250 maka Spread dari Pair ini bernilai 50 pip. Hal ini diperoleh dari selisih bid dan ask yang tertera pada Pair tersebut. Semakin besar selisih, maka semakin besar pula Spread dari Pair yang ingin diperjualbelikan.

Spread ini berfungsi sebagai alat pengukur keuntungan dan kerugian yang mungkin dialami oleh trader. Pada umumnya, semakin besar Spread sebuah Pair maka semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapat jika trading tersebut sukses. Namun jika prediksi trader meleset dan trading gagal, maka kerugian yang ditanggung akan semakin besar. Oleh sebab itu, trader pemula biasanya memiliki Pair dengan Spread yang cukup rendah.

Pada dasarnya, Spread sebuah currency pair dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini bisa dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kebijakan broker yang trader pilih, event atau peristiwa ekonomi, volatilitas, dan time of day. Meski begitu, ada sejumlah Pair yang secara stabil memiliki Spread rendah. Berikut ini adalah 5 currency pair dengan Spread terendah dalam trading forex yang bisa jadi pilihan Anda:

EUR/USD dikenal sebagai salah satu pair yang memiliki volatilitas tinggi. Meski termasuk ke dalam jajaran teratas pair dengan spread terendah, EUR/USD dapat memberikan keuntungan yang signifikan dalam waktu yang cukup singkat. Nilai kedua mata uang tersebut sangat mudah terpengaruh dengan berita, kondisi politik, media sosial, dan kalender perekonomian.

Tak heran jika EUR/USD menjadi pair favorit trader terutama mereka yang masih pemula. Pair EUR/USD merupakan salah satu pasangan valuta asing yang mendominasi pasar forex. Pair ini memiliki volume trading mencapai 20% dari total pasar. Spread variable dari pasangan mata uang ini sekitar 0.1 hingga 3 pip. Sementara fixed spread dari pair ini berada di antara 1.3 hingga 5 pip.

Satu lagi pair yang menyandang predikat spread forex rendah adalah GBP/USD. Broker biasanya memasang spread yang cukup rendah untuk pair yang satu ini. Dengan strategi yang tepat, trader bisa mendapatkan keuntungan hingga 2% setiap harinya jika memilih pair ini. Keunikan dari pair ini terletak pada pergerakan yang besar dalam pasar. Pergerakan harga yang cukup besar membuat pair ini dapat memberi keuntungan yang signifikan untuk trader meskipun memiliki spread yang rendah. Pair ini biasanya memiliki spread variable di angka mulai dari 0.3 hingga 2.7 pip.

Selain EUR/USD, USD/JPY juga menjadi pair dengan spread terendah. Pair ini menduduki peringkat kedua sebagai pair dengan spread paling rendah dalam pasar forex. Keuntungan lain yang diberikan pair ini pada trader adalah nilai yang stabil pada kedua mata uang.

Baik Dolar Amerika Serikat maupun Yen Jepang memiliki perekonomian yang kuat sehingga nilai dari kedua valuta asing ini cenderung lebih stabil. Rata-rata spread variable dari pasangan mata uang ini berkisar di angka 0.2 hingga 2 pip. Dengan strategi dan teknik yang tepat, trader bisa mendapat keuntungan maksimal hingga 2.1% setiap harinya jika bertransaksi forex menggunakan pair yang satu ini.

Yen dan Euro merupakan dua mata uang yang cukup kuat. Pair EUR/JPY cocok untuk pemula asalkan telah cukup familiar dengan perekonomian. Pair ini cukup sensitif dengan pergerakan besar di pasar. Trader dapat menggunakan pair ini jika telah menganalisa dan meyakini akan terjadi pergerakan yang cukup besar.

Keuntungan yang ditawarkan pair ini adalah rendahnya resiko dan kerugian yang mungkin harus ditanggung trader. Pair ini memiliki spread mulai dari 0.5 hingga 5.7 pip, dengan begitu, keuntungan yang mungkin diperoleh mencapai 1.9% per harinya.

CHF digadang-gadang dapat menjadi safe haven yang mengamankan aset investor saat perekonomian dunia terguncang. Mata uang ini memiliki votalitas yang baik dan tak begitu mudah terpengaruh dengan kondisi perekonomian secara global. Oleh sebab itu, pair USD/CHF juga patut untuk dipertimbangkan dalam trading forex. Tak hanya itu, USD/CHF juga memiliki spread yang cukup rendah di angka 0.5 hingga 5 pip. Dalam keberhasilan maksimal, pair ini dapat memberi keuntungan untuk trader hingga 2.6%.

Spread menjadi aspek penting yang harus seorang trader pertimbangkan dalam memilih currency pair yang digunakan. Untuk mengamankan resiko trading, pair dengan spread rendah nampaknya menjadi pilihan terbaik, terutama bagi para pemula.

Meski spread menjadi apek yang sangat penting, namun itu bukanlah satu-satunya hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih pair . Bagaimana pun menganalisa chart menjadi cara terbaik untuk menentukan pair. Anggap saja spread menjadi salah satu alat yang Anda gunakan untuk menganalisa. Pastikan untuk melihat data historis dari pair yang akan Anda gunakan.

Sebagai pemula, selain mencari pair dengan spread rendah, Anda juga perlu memperhatikan pair mana yang mudah untuk ditradingkan. Baca daftarnya dalam artikel berjudul 5 Pair Mata Uang Termudah Untuk Ditradingkan.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend