Neraca Dagang Surplus, Rupiah Lolos dari Level Rp15 Ribu

idntimes · 15 Jul 2022 3.1K Views

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah berhasil menghajar dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (15/7/2022).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah menguat 23 poin atau 0,16 persen meninggalkan level Rp15 ribuan ke level Rp14.996 per dolar AS pada penutupan perdagangan sore ini.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Juli 2022, kurs rupiah melemah 19 poin ke level Rp15.020 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Jumat (15/7/2022), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.999 per dolar AS.

Angka tersebut sama seperti kurs rupiah pada Kamis (14/7/2022) yang ada di level Rp14.999 per dolar AS.

2. Surplus neraca perdagangan bikin rupiah bertenaga

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil komoditas terbesar di dunia yang mendapat keuntungan lantaran Rusia mengurangi aliran gas ke Eropa. Sementara para pemimpin Uni Eropa juga dilaporkan berencana untuk memblokir sebagian besar impor minyak Rusia pada akhir 2022 untuk menghukum negara tersebut.

Atas kondisi tersebut, sejumlah negara di Eropa meminta kiriman batubara dari Indonesia dan yang terbesar kuotanya adalah Jerman, yakni sebesar 1 juta ton dalam 1 tahun.

"Dengan meningkatnya ekspor komoditas unggulan Indonesia salah satunya batubara, timah, CPO dan nikel membuat neraca dagang Indonesia (NPI) kembali mencetak surplus pada periode Juni 2022. Bila melihat sejarahnya, maka surplus sudah mencapai 26 kali beruntun," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, Jumat (15/7/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia Juni mencapai US$26,09 miliar, naik 40,68 persen dibandingkan tahun lalu atau year on year (yoy) dan 21,30 persen secara month on month (mom). Sementara impor mencapai US$ 21 miliar.

3. Rupiah pekan depan diperkirakan masih akan bergerak labil

Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan awal pekan depan, nilai tukar rupiah masih akan berfluktuasi alias labil menentukan arah.

"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang Rp14.980-Rp15.030," tambahnya. 

Recommend