XAUUSD Melanjutkan Tren Bullish
DCFX · 06 Mar 372.6K Views
XAUUSD Melanjutkan Tren Bullish

XAUUSD / GOLD

Analisa Teknikal:

Harga emas masih melanjutkan kenaikan sebelumnya karena tren masih dalam keadaan bullish, didukung berita ISM Non-Manufacturing PMI yang cenderung melemahkan emas, namun emas melanjutkan kenaikan saat berita sudah selesai, menandakan investor masih melihat peluang bagus pada emas. Didukung dengan analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy  

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Harga Emas berjangka terangkat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik menguat tajam dari kerugian sesi sebelumnya karena dolar AS melemah dan mencatat kerugian mingguan pertama sejak Januari terhadap mata uang utama lainnya ketika para pedagang mencoba mengukur jalur kebijakan Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak 14,10 dolar AS atau 0,77 persen dan di tutup pada 1.854,60 dolar AS per ons, setelah dipedagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.856,30 dolar AS dan terendah di 1842,00 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 4,90 dolar AS atau 0,27 persen menjadi 1.840,50 dolar AS pada Kamis (2/3/2023), setelah terkerek 8,70 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.845,40 dolar AS pada rabu (1/3/2023), dan terangkat 11,80 dolar AS atau 0,65 persen menjadi 1.836,70 dolar AS pada Selasa.

Dolar melemah pada Jumat (3/3/2023), menyusul rilis laporan sektor jasa - jasa AS Februari , dengan Indeks Dolar yang mengukur Greenback terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,48.

Untuk minggu ini, Emas berpotensi menguat lebih dari dua persen, kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir karena komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve membantu memberikan kejelasan lebih lanjut tentang jalur kebijakan moneter di tahun ini.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menegaskan kasus untuk kenaikan 25 basis point pada Maret, sementara gubernur Fed Christoper Waller mengatakan  dalam pidato terpisah bahwa inflasi yang moderat dan pertumbuhan ekonomi dapat membuat suku bunga memuncak pada perkiraan sebelumnya sebesar 5,4 persen.

Tetapi mereka berdua memperingatkan bahwa tanda - tanda ekonomi yang terlalu panas dapat mengundang lebih banyak langkah hawkish oleh bank sentral.

Investor bereaksi terhadap komentar Gubernur Federal Chris Waller yang di buat setelah pasar tutup pada Kamis (2/2/2023).

Waller berkata: “Inflasi tidak turun secepat yang saya kira," tanda kenaikan suku bunga yang lebih tinggi lagi jika tekanan harga tidak mereda lebih cepat.

Sementara itu data Ekonomi yang dirilis Jumat (3/3/2023) beragam. Indeks manajer pembelian (PMI) jasa-jasa dari Institute for Supply management (ISM) tercatat di 55,1 persen pada Februari turun 0,1 persen di bandingkan dengan Januari sebesar 55,2 persen.

USDJPY

Analisa Teknikal:

USD cenderung melemah, berpotensi membuat Yen menguat, karena secara teknikal harga sudah berada di titik jenuh beli dan berpotensi untuk turun ke bawah atau berbalik dari bullish ke bearish secara jangka panjang , tapi perlu di perhatikan karena pada minggu ini akan ada pengaruh dari NFP terhadap pergerakan USD. Arah turun USD akan pengaruhi dengan resistance yang mendukung untuk pembalikan harga dan analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Sell

Potensi untuk Short-term: Buy

Analis Fundamental:

Dolar AS melemah diawal perdagangan Eropa hari Jumat, menuju kerugian mingguan, di tengah ketidakpastian mengenai sejauh mana jalur pengetatan Federal Reserve di masa depan.

Pada pukul 14.55 WIB, Indeks Dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,2% ke 104,782, turun kembali dari level tertinggi dua bulan di 105,36 yang dicapai di awal pekan.

Indeks dolar akan turun 0,4% minggu ini, yang akan menjadi penurunan minggu pertama sejak bulan Januari.

Menekan greenback merupakan sinyal Fed mungkin tetap ada dalam jalur pengetatan moneter moderat untuk pasar pasca komentar oleh Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic.

Bostic menyatakan ia mendukung langkah yang "lambat dan stabil" sebagai tindakan yang tepat untuk The Fed untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin bulan ini, menambahkan dampak suku bunga yang lebih tinggi mungkin hanya mulai terasa pada musim semi.

Serangkaian rilis data ekonomi yang kuat, termasuk inflasi yang terbukti bertahan di level yang tinggi, membuat trader berpikir bahwa bank sentral AS dapat memberikan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam waktu dua minggu.

Di tempat lain, EUR/USD naik 0,2% di 1,0617, naik dari level terendah dua bulan di 1,0533 pada awal minggu.

Inflasi telah bergerak lebih tinggi dari yang diharapkan di zona euro minggu ini, menyiratkan kenaikan suku bunga lain oleh European Central Bank, di atas 50 basis poin yang telah disinyalkan untuk pertengahan Maret.

Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan pada hari Kamis bahwa kenaikan suku bunga mungkin perlu dilanjutkan di luar langkah yang direncanakan, saat para pengambil kebijakan akan melakukan segalanya untuk mengembalikan inflasi ke target 2% dari target saat ini di atas 8%.

Morgan Stanley menaikkan perkiraan suku bunga acuan ECB menjadi 4% pada hari Jumat, dari prediksi sebelumnya sebesar 3,25%, dengan mengutip angka inflasi yang tinggi di wilayah tersebut.

Permintaan safe-haven yang berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS-China atas perang di Ukraina.

EURUSD


Analisa Teknikal:

Euro berpotensi untuk dalam kenaikan akan tetapi akan ada kecederungan untuk penurunan jangka  pendek dan akan ada kelanjutan untuk bullish trend dalam jangka panjang, karena arah trend masih dalam keadaan bullish trend, sehingga masih berpotensi terhadap kenaikan, didukung dengan analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis, EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.0606, pulih sedikit dari kerendahan harian di bawah 1.0600 setelah keluarnya data inflasi HICP dari zona Euro yang lebih kuat daripada yang diperkirakan.

Risalah pertemuan kebijakan ECB gagal memicu reaksi dan pasar menantikan data dari AS.

Pada hari Rabu, EUR/USD turun dari ketinggian mingguan di 1.0690 dan diperdagangkan di sekitar 1.0620.

Dolar AS mengambil keuntungan dari meningkatnya keprihatinan mengenai tekanan inflasi global dan potensi efeknya terhadap keputusan kebijakan moneter ke depannya.

Euro terpukul oleh naiknya tekanan inflasi yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) naik 8.5% YoY pada bulan Februari dibandingkan dengan 8.6% pada bulan Januari, meskipun masih lebih rendah daripada yang diperkirakan di 8.2%. Hal yang lebih mengkuatirkan adalah angka inti tahunan yang muncul 5.6% lebih tinggi dari angka sebelumnya 5.3% dan juga di atas daripada yang diperkirakan pasar.

Para pejabat Federal Reserve AS dan European Central Bank (ECB) memelihara retorika yang hawkish. Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa penurunan harga tidak stabil dan perlu waktu untuk membuat inflasi turun. Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic mengatakan bahwa dia mempertahankan pandangan bahwa kebijakan tingkat bunga perlu naik ke 5.00% – 5.25% dan tetap pada level tersebut sampai tahun 2024.

GBPUSD


Analisa teknikal:

Poundsterling berpotensi untuk dalam kenaikan akan tetapi akan ada kecederungan untuk penurunan jangka  pendek dan akan ada kelanjutan untuk bullish trend dalam jangka panjang, karena arah trend masih dalam keadaan bullish trend, sehingga masih berpotensi terhadap kenaikan didukung dengan analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

GBP/USD diperdagangkan di bawah 1.2000 di sekitar 1.1946, menjelang memasuki jam perdagangan sesi AS, tertekan oleh pergerakan yang negatip dalam sentimen terhadap resiko dan rebound-nya dollar AS.

Naiknya yields obligasi treasury AS memberikan dorongan tambahan terhadap dollar AS menjelang keluarnya data “mid-tier” dari AS.

GBP/USD memperpanjang penurunannya pada hari Kamis setelah gagal mengkapitalisir melemahnya dollar AS secara luas pada hari Rabu.

Pada hari Rabu, membaiknya sentimen pasar karena bagusnya data makro ekonomi dari Cina membuat dollar AS kesulitan mendapatkan permintaan. Meskipun sempat naik ke arah 1.2100 pada awal jam perdagangan sesi Eropa, GBP/USD kembali tertekan turun pada paruh kedua perdagangan.

Data inflasi Jerman yang lebih kuat daripada yang diperkirakan memberikan dorongan naik terhadap Euro dan penurunan yang tajam dari EUR/GBP menunjukkan bahwa Euro berhasil mengambil arus modal yang keluar dari Poundsterling.

Pada hari Kamis, pergerakan yang negatip dari sentimen terhadap resiko membebani pasangan matauang GBP/USD. Selanjutnya, naiknya yield obligasi treasury AS telah membantu dollar AS mengatasi rival – rivalnya, sehingga membebani pasangan matauang GBP/USD.

AUDUSD

Analisa Teknikal:

Dolar Australia berpotensi naik akan tetapi akan ada kencederungan untuk penurunan jangka  pendek dan kelanjutan untuk bullish trend dalam jangka panjang, perlu diwasapadai pergerakan AUD akan cenderung sedikit berbeda karena minggu sebelumnya mencatat pergerakan yang cukup volatile dan relatif lama, perlu diperhatikan arah trend masih dalam keadaan bullish trend, sehingga masih berpotensi terhadap kenaikan, didukung dengan analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Australian Dolar di awal perdagangan cenderung menguat karena pengaruh perlemahan USD, didukung berita ISM Non- Manufacturing PMI yang memang menandakan bahwa US dalam keadaan pelemahan sehingga membuat Australian Dollar naik sekitar 0,3%, ini akan berdampak pada pergerakan Australian Dollar yang sebelumnya sudah cukup mengalami pelememahan yang memang bertujuan untuk menekan inflasi di negara tersebut. Tujuannya untuk menstabilkan perkembangan ekonomi.

WTI

Analisa teknikal:

WTI mencatat kenaikan yang cukup besar walau kenaikan sempat terhenti di harga 79, dengan target yang akan dicapai ke 84 dan 92. Harga WTI akan lebih mahal dalam jangka Panjang, didukung analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Harga minyak merosot pada hari Jumat setelah Uni Emirat Arab mengadakan debat internal tentang meninggalkan OPEC dan memproduksi lebih banyak minyak, tetapi menelusuri kembali beberapa kerugian setelah sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa ini tidak benar.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 57 sen, atau 0,7%, menjadi $77,59.

Minyak mentah Brent berjangka turun 71 sen, atau 0,8%, menjadi $84,04 per barel pada 1456 GMT. Kedua tolok ukur telah turun lebih dari $2 sebelumnya.

Sebuah sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa laporan bahwa Uni Emirat Arab sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak adalah “jauh dari kebenaran.”

Harga minyak minggu ini telah didorong oleh data ekonomi China yang kuat, yang mendukung harapan untuk pertumbuhan permintaan minyak, tetapi kenaikan itu terhapus pada hari Jumat.

Di China, aktivitas di sektor jasa berkembang dengan laju tercepat dalam enam bulan di bulan Februari dan aktivitas Manufaktur di China juga tumbuh. Impor minyak Rusia melalui laut China akan mencapai rekor tertinggi bulan ini.

Pasar secara luas mengabaikan peningkatan pasokan minyak mentah selama 10 minggu berturut-turut di Amerika Serikat, karena rekor ekspor minyak mentah AS menghasilkan peningkatan yang lebih kecil daripada dalam beberapa minggu terakhir.

Di depan bank sentral, sinyal hawkish terus terpancar dari Bank Sentral Eropa, dengan anggota Dewan Pemerintahan Pierre Wunsch mengatakan suku bunga utamanya bisa naik setinggi 4% jika inflasi dasar tetap tinggi.

Disclaimer
Investasi Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend