XAUUSD Berpotensi Turun Jangka Pendek
DCFX · 20 Mar 272.4K Views
XAUUSD Berpotensi Turun Jangka Pendek

XAUUSD


Analisa Teknikal:

Pergerakan gold cenderung naik ke atas karena melemahnya USD akibat jatuhnya sejumlah bank di AS, dengan emas yang masih menjadi pilihan safe heaven. Arah trend juga masih bullish.

Potensi untuk Long-term: Buy  

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Harga emas menguat tajam mencapai level tertinggi 11 bulan pada akhir perdagangan Sabtu (8/3/2023).

Dikutip Antara, emas berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya karena krisis perbankan memicu pembelian aset-aset aman atau safe-haven, juga didorong oleh dolar AS yang lebih rendah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD50,50 atau 2,63% menjadi ditutup pada USD1.973,50 per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di USD1.980,60 dan terendah di USD1.922,30 dolar AS.

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei terdongkrak 77 sen atau 3,55%, menjadi ditutup pada USD22,462 per ounce.

Platinum untuk pengiriman April bertambah USD1,50 atau 0,15%, menjadi menetap pada USD978,60 per ounce.

Untuk minggu ini, emas April melambung sebesar USD106,30 dolar AS atau 5,7%.

Krisis perbankan global terus membebani sentimen investor, mendorong investor beralih ke aset safe-haven emas. Emas juga diuntungkan dari spekulasi pasar bahwa Federal Reserve mungkin akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya setelah satu lagi kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan minggu depan.

USDJPY

Analisa Teknikal:

Secara teknikal, pergerakan USD masih cenderung melemah, dari grafik harga masih akan melanjutkan penurunan yang cukup dalam, karena kebangkrutan dari beberapa bank di AS. Sejumlah masyarakat AS lebih memilih untuk menyimpan uang dan juga memilih untuk membeli emas yang merupakan safe heaven. Penurunan akan cukup tajam didukung dengan konfirmasi candlestick.

Potensi untuk Long-term: Sell

Potensi untuk Short-term: Buy

Analis Fundamental:

Dolar AS bergerak melemah pada hari Jumat, meluncur untuk sesi kedua berturut-turut karena paket penyelamatan untuk First Republic Bank meredakan kekhawatiran pasar tentang kegagalan bank lainnya di AS, mengangkat sentimen pasar sambil menekan permintaan untuk mata uang safe-haven.

Terpantau indeks dolar AS turun -0,19% pada 104.18.

Bank-bank besar AS setuju untuk menyumbang $30 miliar dalam bentuk deposito ke First Republic Bank dalam upaya untuk menopang kepercayaan pada sistem perbankan. Ekuitas dan mata uang yang sensitif terhadap risiko menguat karena berita tersebut, memberikan tekanan ke bawah pada dolar.

Mata uang dolar AS juga melemah setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin meskipun beberapa bank Eropa rentan.

Investor sekarang menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve minggu depan, di mana diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 25 basis poin yang lebih moderat mengingat berkurangnya tekanan inflasi dan gejolak perbankan baru-baru ini.

EURUSD

Analisa Teknikal:

Secara analisa teknikal, Euro berpotensi naik dengan kecederungan penurunan jangka pendek. Trend masih bullish sehingga ada potensi kenaikan, didukung dengan analisa price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Di tengah perdagangan forex sesi Eropa Jumat 17 Maret 2023 posisi euro dalam pair EURUSD rally untuk 2 hari berturut.

Secara teknikal pair yang dibuka lebih tinggi bergerak bullish hingga menembus posisi resisten kuat hariannya.

Posisi Euro melaju mendekati puncak tertinggi dalam sebulan yang dicapai awal pekan pasca kebijakan terbaru ECB yang menaikkan suku bunga50 basis poin.

Sentimen bagi euro bertambah dikarenakan ECB naikkan suku bunga tinggi di tengah gejolak perbankan yang menghantam bank besar di AS dan juga Eropa.

ECB mengatakan bahwa sektor perbankan Kawasan Euro tangguh dan bahwa mereka memantau ketegangan pasar saat ini dengan cermat untuk menjaga stabilitas harga dan keuangan di kawasan tersebut.

Sementara itu, perkiraan inflasi inti bank sentral direvisi naik menjadi rata-rata 4,6% pada 2023.

Euro yang merupakan kurs risiko tinggi terangkat setelah bank-bank besar AS Kamis mengumumkan paket penyelamatan $30 miliar untuk First Republic Bank.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa menurun setelah tertekan di sesi global sebelumnya.

Tertekan setelah aksi injeksi dana dari otoritas dan perbankan AS kepada First National Bank yang menenangkan gejolak pasar keuangan.

GBPUSD

Analisa teknikal:

Poundsterling berpotensi untuk dalam kenaikan di tengah melemahnya USD, membuat Pounds akan mengalami Inflasi yang cukup tinggi atas melemahnya USD. Tren bullish dalam jangka panjang sehingga masih berpotensi terhadap kenaikan, didukung dengan price action.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat 17 Maret 2023 posisi pair GBPUSD mendekati posisi tertinggi 6 pekan yang dicapai awal pekan.

Secara teknikal poundsterling yang dibuka lebih tinggi terus melaju hingga menembus posisi resisten kuat harian di kisaran 1.2140.

Pair bergerak bullish karena kekhawatiran krisis perbankan di AS mereda setelah 11 bank besar AS mengumumkan paket penyelamatan $30 miliar untuk First Republic Bank.

Pada saat yang sama, investor menunggu pertemuan bank sentral utama di Inggris dan AS minggu depan. Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps.

Sementara Federal Reserve AS kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat.

Menteri keuangan Inggris Jeremy Hunt berjanji pada hari Rabu untuk mengurangi separuh inflasi, mengurangi utang dan membuat ekonomi tumbuh.

Jeremy mengatakan Inggris tidak akan memasuki resesi teknis tahun ini dan inflasi kemungkinan akan turun menjadi 2,9% pada akhir tahun 2023.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa melemah terbatas setelah tergelincir 2 hari.

Terkoreksi ke 9 bulan terendahnya setelah the Fed menaikkan bunga 25 bps, sesuai perkiraan pasar, dan melihat sedang meredanya laju inflasi AS.

AUDUSD

Analisa Teknikal:

Secara analisa teknikal, Australian Dollar berpotensi  dalam kenaikan karena  masih berpotensi naik sesuai arah trend bullish.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Australian Dolar di awal perdagangan cenderung menguat karena pengaruh pelemahan USD terkait jatuhnya sejumlah bank di AS. Peminat dollar AS menurun karena The Fed sedang mencari solusi terhadap permasalahan perbankan tersebut. Penguatan mata uang AUD akan menyebabkan inflasi yang cukup tinggi dan berdampak pada daya beli masyarakat.

WTI

Analisa teknikal:

Secara analisa teknikal, harga WTI ternyata mengalami penurunan, dengan harga berhenti di 66.22, sehingga masih ada tanda untuk penurunan yang lebih lanjut. Ada faktor persaingan antara minyak AS dan Rusia, dengan harga minyak Rusia yang jauh lebih murah disbanding WTI.

Potensi untuk Long-term: Buy

Potensi untuk Short-term: Sell

Analisa Fundamental:

Harga minyak dunia kembali turun pada Jumat (17/3/2023) setelah sempat mengalami rebound sesi sebelumnya.

Seperti dilansir Reuters, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2023 turun US$1,61, atau sekitar 2,4 persen, menjadi US$66,74 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei 2023 merosot US$1,73, atau sekitar 2,3 persen, menjadi US$72,97 per barel di London ICE Futures Exchange.

Dalam sepekan terakhir, harga minyak WTI dan Brent masing-masing turun 13 persen dan 12 persen.

Harga minyak dunia turun seiring mencuatnya kembali kekhawatiran di pasar keuangan global setelah SVB Financial Group yang merupakan perusahaan induk Silicon Valley Bank mengajukan reorganisasi.

Penurunan harga minyak dunia secara drastis dalam sepekan terakhir memicu spekulasi pembelian minyak oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menambah cadangan minyak strategis.

Disclaimer.

Investasi Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend