Xi Jinping Terpaksa Lunak ke Jack Ma, Ternyata Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 31 Mar 17.6K Views

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada 2020 lalu, pemerintah China menghantam habis-habisan industri teknologi. Hal tersebut berdampak pada hilangnya potensi ekonomi sebesar US$ 1 triliun.

Namun, kini Beijing agaknya mulai melunak ke raksasa teknologi seperti Alibaba. Hal ini terbukti positif bagi pergerakan saham China.

"Hambatan regulasi yang dihadapi sektor teknologi dalam 2 tahun terakhir kini sudah menunjukkan pelonggaran," kata George Efstathopoulos, manager protfolio di Fidelity International, dikutip dari CNBC International, Jumat (31/3/2023).

Pekan ini, Alibaba mengumumkan restrukturisasi besar-besaran. Raksasa tersebut akan membagi bisnisnya menjadi 6 unit.

"Strategi ini dirancang untuk meningkatkan daya saing dan nilai pemegang saham," kata juru bicara perusahaan.

Menilik ke 2 tahun lalu, hal ini bisa dibilang tak mungkin terjadi. Pasalnya, pemerintah China kala itu menentang habis-habisan ekspansi perusahaan teknologi yang sudah menjadi dinasti konglomerat.

Menurut Efstathopoulos, restrukturisasi Alibaba menunjukkan pemerintah China sudah memberi lampu hijau dan melunak ke raksasa teknologi.

Pulangnya Jack Ma ke China

Tanda lain pelunakan tersebut bisa dilihat dari kembalinya pendiri Alibaba, Jack Ma, ke China. Milyarder itu sempat kabur dari Negeri Tirai Bambu selama 2 tahun lantara ditekan pemerintah.

"Kemunculan Ma di Hangzhou bukan karena dia lelah jalan-jalan. Menurut saya, ini memperlihatkan sikap pemerintah yang mulai 'longgar' ke sektor privat seperti Alibaba," kata analis dari Yale University, Stephen Roach.

Sebelumnya, diketahui aturan pemerintah China menghantam bisnis Alibaba dan Meituan. Efeknya fatal ke Ma karena ia blak-blakan mengkritik kebijakan pemerintah.

Alhasil, teknologi fintech miliknya, Ant Group, yang berafiliasi dengan Alibaba, terpaksa harus membatalkan IPO di Hong Kong dan Shanghai.

Menyusul setelah itu, pemerintah China melayangkan denda antitrust ke Alibaba dan Meituan. Alasannya karena praktik algoritma yang dilancarkan kedua perusahaan dianggap menyalahi aturan.

Alasan China Melunak ke Jack Ma Cs

Pemerintah melunak ke Jack Ma Cs bukan tanpa alasan. Selama 2 tahun terakhir, perekonomian China terpukul karena kebijakan Covid yang ketat.

Selain itu, aturan yang mengekang bagi perkembangan sektor teknologi juga membuat ekonomi melambat. Kini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun ini.

Untuk mencapai itu, China sadar perlu bantuan sektor privat, utamanya industri teknologi. Apalagi, China juga tengah digempur pihak global.

Salah satu raksasa teknologinya, ByteDance, yang berafiliasi dekat dengan pemerintah tertekan karena TikTok diblokir di mana-mana. Dimulai dari AS, lalu merembet ke negara-negara Eropa lainnya.

"China menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kompetisi sektor teknologi yang makin kencang dengan AS," kata analis teknologi dari Trivium China, Linghao Bao.

"Posisi China kian terhimpit. Mereka perlu mengambil taktik yang tepat. Mengekang industri teknologi dalam negeri tak masuk akal di situasi seperti sekarang," ia melanjutkan.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend