Pasokan Ketat dan Dolar Melemah, Harga Minyak Sentuh High 2 Pekan

SeputarForex · 20 Jul 2022 571 Views

Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan awal pekan hingga menyentuh level tertinggi 2 pekan di tengah kekhawatiran pasar terhadap pasokan yang berpotensi lebih ketat. Minyak Brent saat ini bergerak pada kisaran $106.95 per barrel, sedangkan minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) berada pada kisaran $100.16 per barrel. Secara umum harga minyak terkoreksi tipis pada perdagangan pagi ini setelah membukukan penutupan tertinggi sejak 4 Juli pada sesi awal pekan kemarin.

Pasokan Ketat dan Dolar Melemah Harga Minyak Sentuh High 2 Pekan

Perlu diketahui, pada hari Jumat pekan lalu open interest di bursa berjangka New York Mercantile Exchange merosot menyentuh level terendah sejak September 2015 karena investor secara serentak memangkas kepemilikan kontrak komoditas ditengah kekhawatiran bahwa The Fed kemungkinan akan terus melakukan rate hike dalam beberapa bulan kedepan.

Di samping itu, pelemahan dolar AS yang menyentuh level terendah dua pekan terhadap mata uang mayor disinyalir ikut menopang reli harga minyak mentah pada perdagangan awal pekan kemarin. Dolar AS yang melemah tentu saja membuat harga minyak menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang non-dolar sehingga meningkatkan permintaan.

Sementara itu ekspektasi kenaikan persedian minyak mentah AS membebani harga. Hal ini memicu terbentuknya gap turun harga minyak WTI pada pembukaan Selasa pagi ini. Reuters memperkirakan persedian minyak mentah AS pekan lalu akan meningkat 1.2 juta barrel pada laporan Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu besok.

Harga minyak mentah sejauh ini masih tinggi dan berada diatas $100 dalam beberapa bulan terakhir. Harga minyak yang terbilang mahal inilah yang memicu terjadi inflasi di banyak negara, termasuk AS. Presiden Biden pada pekan lalu bertolak ke Arab Saudi menemui putra mahkota Muhammad Bin Salman. Biden berharap mencapai kesepakatan untuk meningkatkan produksi untuk menjinakkan harga minyak. Namun menteri luar negeri Arab Saudi mengatakan bahwa masalah yang dihadapi pasar saat ini bukanlah kekurangan pasokan melainkan kurangnya kapasitas penyulingan.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend