Perang Minyak, Rusia vs AS, Siapa Pemenangnya?
DCFX · 26 May 17.5K Views
Perang Minyak, Rusia vs AS, Siapa Pemenangnya?
Larangan ekspor minyak yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS) mengubah jalur perdagangan minyak Rusia, dengan semakin dekatnya hubungan Timur Tengah dan Moskow dalam pakta OPEC+. Produsen minyak Teluk Arab terbesar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), semakin gencar membeli minyak Rusia dengan potongan harga yang signifikan.

Dengan pasar Barat pada dasarnya ditutup untuk minyak mentah dan produk Rusia, rute perdagangan baru dari Rusia kini muncul, dengan negara-negara dengan cadangan minyak terbesar sekarang mengimpor solar, nafta, dan bahan bakar minyak Rusia.

Arab Saudi dan UEA, yang sebelumnya merupakah sekutu AS di Timur Tengah, semakin tidak segan-segan mengimpor, menyimpan, memperdagangkan, atau mengekspor kembali bahan bakar Rusia walau dengan upaya Amerika untuk membujuk mereka bergabung untuk menolak perdagangan dengan Rusia.

Pada tahun 2022, ekspor minyak Rusia ke UEA mencapai rekor 60 juta barel, tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data Kpler yang dikutip oleh The Wall Street Journal. Fujairah, pusat perdagangan terbesar di UEA, kini menerima banyak produk minyak Rusia, yang volumenya kini berada di urutan kedua setelah minyak gas dari Arab Saudi, menurut perkiraan dari Argus Media.

UEA juga muncul sebagai pusat perdagangan, asuransi, dan pengiriman minyak Rusia.

Awal tahun ini, Rusia mulai mengekspor bahan bakar ke Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia dan pemimpin de facto OPEC. Kpler memperkirakan bahwa Rusia sekarang mengirimkan sekitar 100.000 barel per hari bahan bakar ke Arab Saudi, dibandingkan dengan hampir nol sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Analis APAC mengatakan India dan China kini menjadi mitra dagang strategis utama untuk minyak Rusia, hingga sepertiga dari jumlah ekspor minyak Rusia pada bulan Maret. 

AS Gagal Menghalangi Arab Saudi dan UEA Membeli Bahan Bakar Rusia

Ekspor Rusia ke Timur Tengah tumbuh meskipun ada upaya dari Amerika Serikat untuk menghalangi sekutu Rusia di OPEC+ untuk mendukung perdagangan dan pembelian minyak Putin.

Awal tahun ini, Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan Brian Nelson melakukan perjalanan ke Timur Tengah dan Turki. Dalam kunjungan ke Oman, Abu Dhabi, Dubai, dan Turki, Nelson membahas upaya AS untuk menghentikan upaya Rusia untuk menghindari sanksi internasional dan kontrol ekspor karena perang Ukraina.

Namun, ekspor bahan bakar Rusia yang meningkat ke Arab Saudi dan UEA menunjukkan pengaruh Amerika Serikat yang memudar di antara sekutu utamanya di Timur Tengah.

Download segera aplikasi DCFX #TheSuperApp agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend