GBPUSD Turun Karena Kebijakan Bunga BoE

Andrew Fischer · 25 Sep 2023 251.6K Views
GBPUSD Turun Karena Kebijakan Bunga BoE

XAUUSD / GOLD



Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan gold cenderung mengikuti pola kenaikan dalam jangka pendek dan akan berpotensi melanjutkan pola penurunan, karena pengaruh penguatan USD yang masih cukup tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan harga gold akan turun sementara Federal Reserve AS mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 5.25% – 5.50% sebagaimana yang telah diperkirakan setelah pertemuan kebijakan bulan September, revisi yang hawkish terhadap Summary of Economic Projections memicu rally dalam yields AS dan membebani harga emas dengan berat. Prediksi analisa ini juga di dukung dengan analisa trendline dan candlestick.

Potensi Long-Term: Sell

Potensi Short-Term: Buy

Analisa Fundamental

Harga emas turun pada paruh kedua perdagangan hari Kamis diperdagangkan pada level terendah dalam enam hari baru di bawah $1,920 di sekitar $1,918 per troy ons.

Penurunan harga emas disebabkan karena menguatnya dolar AS yang tidak bisa dibendung dan naiknya yields obligasi pemerintah AS yang disebabkan karena sikap Federal Reserve AS yang hawkish.

Pada hari Rabu, harga emas sempat naik ke arah $1,950 sebelum akhirnya berbalik arah dengan tajam pada jam perdagangan sesi AS. Walaupun Federal Reserve AS mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 5.25% – 5.50% sebagaimana yang telah diperkirakan setelah pertemuan kebijakan bulan September, revisi yang hawkish terhadap Summary of Economic Projections memicu rally dalam yields AS dan membebani harga emas dengan berat.

Dot-plot dari the Fed pada bulan September memberikan konfirmasi bahwa bank sentral AS ini berniat untuk menaikkan tingkat bunga lagi sebanyak 25 bps pada tahun 2023 dan menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan penurunan tingkat bunga sebanyak 50 bps pada tahun 2024, dibandingkan dengan 100 bps pada dot-plot bulan Juni.

Setelah jam perdagangan sesi Eropa yang sepi, yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun kembali memperoleh daya tariknya dan naik ke atas 4.5% untuk pertama kalinya sejak November 2007, sehingga memaksa harga emas tetap berada pada posisi di bawah.

Sementara itu, Bank of England melawan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan tingkat bunga sebanyak 25 bps dengan tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 5.25%.

Penurunan yang tajam dari GBP/USD setelah Bank of England mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan tingkat bunganya menunjukkan bahwa dolar AS berhasil mengambil arus modal yang keluar dari Poundsterling. Keberhasilan dolar AS mengambil kekuatan tambahan ini menyebabkan harga emas turun lebih lanjut.


USDJPY



Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan cenderung masih menunjukan penguatan terhadap USD sehingga bisa membuat japanese Yen cenderung masih melemah, karena berita BOJ yang cenderung tidak sesuai dengan perkiraan sehingga cenderung tidak mengubah suku bunga pada saat rilis berita pada Jumat (22/09). BOJ menyebutkan akan melanjutkan pelonggaran moneter dan merespons perkembangan aktivitas ekonomi, dinamika harga, dan kondisi keuangan, di tengah tingginya ketidakpastian di dalam dan luar negeri. Pada minggu ini akan rilis berita GDP Growth Rate yang akan cukup berpengaruh terhadap pergerakan USD, dan peluang ini bisa dimanfaatkan oleh para investor karena potensi harga yang lebih volatile, selain berita Core PCE Price Index pada hari Jumat. Secara Teknikalarah trend masih mendukung untuk kenaikan USD sehingga tidak menutup kemungkinan terhadap peluang kenaikan. Prediksi ini didukung dengan analisa candlestick dan analisa trendline.

Potensi Long-Term: Buy

Potensi Short-Term: Sell

Analisa Fundamental

Bank sentral Jepang atau Bank of Japan kembali memutuskan untuk tidak mengubah suku bunganya pada pertemuan hari Jumat (22/9/2023).

Dewan Kebijakan BoJ dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga negatif -0,1 persen dan imbal hasil obligasi 10 tahun di sekitar 0% pada bulan September.

Dewan juga tidak membuat perubahan pada batas 0,5% yang ditetapkan untuk pembelian obligasi serta batasan 1,0% yang diterapkan pada bulan Juli.

 BOJ menyebutkan akan dengan sabar melanjutkan pelonggaran moneter dan merespons perkembangan aktivitas ekonomi, dinamika harga, dan kondisi keuangan, di tengah tingginya ketidakpastian di dalam dan luar negeri.

Dengan melakukan hal tersebut, dewan bertujuan untuk mencapai target stabilitas harga sebesar 2% secara berkelanjutan, disertai dengan kenaikan upah.

Komite menegaskan kembali pihaknya akan mengambil langkah-langkah pelonggaran ekstra jika diperlukan sambil mewaspadai meningkatnya ekspektasi inflasi.

Baru-baru ini Gubernur Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa berakhirnya suku bunga negatif bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya jika didukung oleh cukup data mengenai kenaikan upah

 

EURUSD

Analisa Teknikal

Prediksi untuk Euro akan melanjutkan pola penurunan dan pada Jumat (22/09) sempat terkoreksi dan di minggu ini diprediksi cenderung mengalami penurunan terhadap Euro, dan masih terpengaruh terhadap kenaikan USD juga, turut dipengaruhi The Fed yang diprediksi masih akan menaikan suku bunga 1 kali lagi, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa harga akan cenderung turun serta pasangan EUR/USD tidak memiliki momentum pemulihan yang cukup.

Di minggu ini ada berita Inflation Rate pada hari Jumat (29/09) yang pergerakannya diprediksi cenderung mengalami penurunan. Prediksi analisa ini juga di dukung dengan analisa candlestick dan analisa trendline.

Potensi Long-Term: Sell

Potensi Short-Term: Buy

Analisa Fundamental

Pasangan EUR/USD terus berfluktuasi di sekitar 1.0655 pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis.

Komentar yang bervariasi dari para pembuat kebijakan di European Central Bank mengenai outlook tingkat bunga dan sentimen pasar yang berhati-hati membuat pasangan EUR/USD tidak bisa mengumpulkan momentum pemulihannya.

Pembuat kebijakan ECB Gabriel Makhlouf mengatakan bahwa kenaikan tingkat bunga lebih lanjut masih mungkin dan menambahkan bahwa sedikit kemungkinan ada penurunan tingkat bunga sebelum Maret 2024. Pembuat kebijakan Martins Kazaks mengatakan bahwa penurunan tingkat bunga pada pertengahan tahun 2024 adalah terlalu dini dengan mempertimbangkan outlook saat ini.

Setelah sempat naik ke ketinggian enam hari yang baru di 1.0738 pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu, pasangan EUR/USD berbalik arah dan ditutup pada hari itu di bawah 1.0700. Pasangan ini memperpanjang penurunannya ke kerendahan beberapa bulan yang baru di 1.0617 pada jam perdagangan sesi Asia hari Kamis sebelum akhirnya pulih kembali ke atas 1.0650.

Sementara itu, Bank of England melawan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan tingkat bunga sebanyak 25 bps dengan tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 5.25%.

Penurunan yang tajam dari GBP/USD setelah Bank of England mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan tingkat bunganya menunjukkan bahwa dolar AS berhasil mengambil arus modal yang keluar dari Poundsterling. Keberhasilan dolar AS mengambil kekuatan tambahan ini menyebabkan tekanan turun lebih lanjut terhadap pasangan EUR/USD.

 

GBPUSD

Analisa Teknikal

Prediksi Poundsterling cenderung masih mengalami penurunan terpengaruh penguatan USD. The Fed diprediksi masih akan menaikan suku bunga 1 kali lagi, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa harga akan cenderung ke penurunan secara garis besar dan Bank of England (BoE) tanpa terduga tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 5.25% setelah pertemuan kebijakan bulan September, sehingga menyebabkan Poundsterling melemah terhadap mata uang lainnya.

Di minggu ini ada berita GDP Growth Rate pada hari Jumat (29/09) yang berpotensi pada penurunan harga karena pengaruh dari ketidakstabilannya perekenomian dan tingkat kepercayaan masyarakat Inggris. Prediksi analisa ini juga di dukung dengan analisa candlestick dan analisa trendline.

Potensi Long-Term: Sell

Potensi Short-Term: Buy

Analisa Fundamental

GBP/USD tetap berada di bawah tekanan jual yang berat dan diperdagangkan di bawah 1.2300 di sekitar 1.2297 pada paruh kedua perdagangan hari Kamis.

Bank of England (BoE) tanpa terduga tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 5.25% setelah pertemuan kebijakan bulan September, sehingga menyebabkan Poundsterling melemah terhadap rival-rivalnya. Sebelumnya Federal Reserve AS sebagaimana dengan yang telah diperkirakan sebelumnya, tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah namun memberikan indikasi bahwa satu kali lagi kenaikan tingkat bunga pantas dilakukan sebelum tahun ini berakhir.

Sebagai akibatnya yields treasury AS naik membumbung tinggi ke ketinggian beberapa tahun sehingga menggerakkan indeks dolar AS naik lebih tinggi.

Sebagaimana dengan yang telah diperkirakan sebelumnya, Federal Reserve AS tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di 5.25 – 5.50% dengan keputusan aklamasi. Pernyataan yang dikeluarkan menunjukkan praktis tidak ada perubahan dibandingkan dengan pertemuan bulan Juli.

The Summary of Economic Projections menunjukkan bahwa kebanyakan anggota percaya kemungkinan akan ada kenaikan tingkat bunga lagi sebelum tahun ini berakhir. Untuk tahun depan, perkiraan menunjukkan bahwa ekspektasi penurunan tingkat bunga berkurang.

Hasil dari pertemuan FOMC the Fed dipandang sebagai hawkish. Yields obligasi AS melompat ke ketinggian beberapa tahun dan Wall Street berbalik turun. Kombinasi ini mendorong dolar AS naik secara luas dan menekan pasangan GBP/USD turun.


AUDUSD

Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan Australian Dollar masih cenderung turun dan belum ada tanda-tanda penguatan pada minggu ini, juga dipengaruhi menguatnya USD dan pengaruh kenaikan suku bunga yang akan diumumkan oleh the Fed sebanyak satu kali lagi di tahun 2023 ini. Di minggu ini ada berita RBA Conference on Inflation pada Selasa (26/09) dan prediksi akan menyebabkan penurunan Australian Dollar ini. Analisa ini di dukung dengan candlestick dan trendline.

Potensi Long-Term: Sell

Potensi Short-Term: Buy

Analisa Fundamental

Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD masih berada dalam trend bearish akan tetapi di prediksi akan mengalami pembalikan dalam waktu dekat, hal ini di sebakan karena pengaruh penguatan US yang akan berlangsung cukup lama sehingga investor lebih melirik USD dan lebih memilih USD. Australian dollar ini berpeluang turun cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan resesi.

 

WTI


Analisa Teknikal

Pergerakan WTI diprediksi masih akan mengalami kelanjutan kenaikan yang cukup tinggi dipengaruhi kebijakan Arab Saudi dan Rusia, eksportir utama minyak mentah dunia, dengan pemangkasan produksi minyak mentah secara sukarela. Arab Saudi dan Rusia adalah dua eksportir terbesar di dunia sehingga dapat mendorong naik harga minyak mentah WTI.

OPEC melihat permintaan minyak mentah global yang diperkirakan akan bertumbuh dengan kuat baik kalau kita lihat pada chart arah trendnya juga mendukung terhadap kelanjutan kenaikan sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa untuk kenaikan ini akan berlangsung cukup lama. Analisa ini di dukung dengan analisa candlestick dan analisa trendline.

Potensi Long-Term: Buy

Potensi Short-Term: Sell

Analisa Fundamental

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis berbalik naik kembali diperdagangkan di sekitar $90.20 per barel.

Di dalam laporan bulanannya pada minggu lalu, OPEC menyatakan keoptimisannya mengenai permintaan minyak mentah dari Cina selama tahun 2023. Outlook OPEC yang positip ini melihat sampai kepada permintaan minyak mentah global yang diperkirakan akan bertumbuh dengan kuat baik pada tahun 2023 maupun 2024. Outlook yang positip ini muncul meskipun ada tantangan seperti kenaikan tingkat bunga dan inflasi yang lebih tinggi, yang berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi global.

Prince Mohammed bin Salman dari Arab Saudi pada hari Rabu mengatakan bahwa keputusan OPEC untuk memangkas produksi berdasarkan stabilitas pasar dan bukan ditujukan untuk membantu Rusia dalam perang di Ukraine.

Dalam minggu-minggu belakangan ini, pemangkasan produksi minyak mentah secara sukarela oleh Arab Saudi dan Rusia, dua eksportir terbesar di dunia sehingga mendorong naik harga minyak mentah WTI. Ke dua negara ini mengumumkan perpanjangan pemangkasan produksi sampai akhir tahun 2023. Produksi minyak mentah Arab Saudi hanya akan mendekati 1.3 juta barel per hari sampai akhir tahun 2023.

Selain itu, American Petroleum Institute (API) melaporkan pada hari Rabu bahwa inventori minyak mentah AS turun hampir 5.25 juta barel untuk minggu yang berakhir pada tanggal 15 September dari angka sebelumnya kenaikan sebanyak 1.174 juta barel.

Konsensus pasar memperkirakan penurunan hanya sebesar 2.7 juta barel. Untuk periode yang sama, EIA melaporkan bahwa stok minyak mentah turun sebesar 2.135 juta barel dibandingkan dengan kenaikan sebesar 3.954 juta barel pada minggu sebelumnya, sementara pasar memperkirakan penurunan hanya sebesar 2.2 juta barel.


Disclaimer
Investasi Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend