Analisa XAUUSD Hari Ini: Turun Karena Tertekan Yields AS

Andrew Fischer · 29 Sep 2023 164.1K Views
Turun Karena Tertekan Yields AS



Analisa Teknikal

Prediksi untuk Gold pada hari ini cenderung masih dalam penurunan, kemungkinan kenaikan masih kecil atau hanya dalam jangka pendek dan setelah itu akan melanjutkan penurunan, hal ini dipengaruhi arah trend secara keseluruhan masih dalam pola penurunan. Penguatan USD juga mempengaruhi karena imbal hasil obligasi AS yang cenderung tinggi  dan belum lagi ada tambahan untuk kenaikan suku bunga 1 kali lagi yang berdampak cukup signifikan terhadap penurunan gold. Untuk hari ini ada berita “Core PCE Price Index“ yang diprediksi akan mendorong penguatan USD atau berdampak positif sehingga ada potensi penurunan terhadap gold dalam jangka pendek.

Berdasarkan Indikator Moving Averange(50) harga sempat menahan dan sekarang berada di bawah garis moving average yang menandakan bahwa pergerakan cenderung mendukung penurunan. Pola kelanjutan arah harga ini juga di dukung dengan Analisa Candlestick dan perubahan untuk kelanjutan arah trend.

Analisa Fundamental

Harga emas merosot mendekati level terendah dalam tujuh bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk sesi keempat berturut-turut, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS terus melonjak di tengah ekspektasi pasar bahwa suku bunga AS tetap tinggi untuk waktu lebih lama.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 12,30 dolar AS atau 0,65 persen menjadi ditutup pada 1.878,60 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.896,80 dolar AS dan terendah di 1.874,50 dolar AS.

Emas berjangka anjlok 28,90 dolar AS atau 1,51 persen menjadi 1.890,90 dolar AS pada Rabu (27/9/2023), setelah jatuh 16,80 dolar AS atau 0,87 persen menjadi 1.919,80 dolar AS pada Selasa (26/9/2023), dan tergelincir 9,00 dolar AS atau 0,46 persen menjadi 1.936,60 dolar AS pada Senin (25/9/2023). “Pasar obligasi baru saja mematikan harapan rebound emas dalam jangka pendek,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA. “Emas seharusnya hampir mencapai titik terendahnya, namun kekhawatiran atas melonjaknya suku bunga obligasi membuat para pedagang logam khawatir bahwa penurunan tersebut mungkin tidak akan segera berakhir. Pergerakan di pasar obligasi membuat kurva imbal hasil obligasi pemerintah lebih terlihat pada jangka panjang, dan ini merupakan berita buruk bagi emas.”

Imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang mengacu pada obligasi 10-tahun AS, melesat ke level tertinggi baru dalam 16 tahun pada Kamis (28/9/2023), di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Aksi jual di pasar obligasi terus berlanjut bahkan ketika dolar AS turun dari level tertinggi bulan ini. “Jatuhnya emas di bawah level 1.900 dolar AS telah membuka pintu bagi penjualan teknis menuju wilayah 1.870 dolar AS,” tambah Moya.” Jika imbal hasil obligasi global mengarah lebih tinggi meskipun ada ekspektasi bahwa inflasi akan turun, posisi pasar saat ini dapat memungkinkan emas anjlok menuju wilayah 1.800 dolar AS.”

Data ekonomi yang dirilis pada Kamis (28/9/2023) mendukung emas, mencegahnya jatuh lebih jauh. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS merangkak naik hingga 204.000, meningkat 2.000 dari level revisi minggu sebelumnya sebesar 202.000.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,1 persen pada kuartal kedua tahun 2023. Pada kuartal pertama, PDB riil meningkat 2,2 persen.

National Association of Realtors (NAR) melaporkan bahwa penjualan rumah tertunda, yang mengukur perubahan jumlah rumah yang telah memiliki kontrak jual namun masih menunggu finalisasi transaksi, di AS turun 7,1 persen pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan penjualan rumah yang tertunda akan turun 1,0 persen pada Agustus.

Investor sedang menunggu rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, pada Jumat.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 1,70 sen atau 0,07 persen, menjadi ditutup pada 22,741 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari terangkat 18,80 dolar AS atau 2,10 persen, menjadi menetap pada 915,10 dolar AS per ounce.

Download segera aplikasi DCFX #TheSuperApp agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend