USDJPY Melemah Pengaruh Shutdown Pemerintah AS

Andrew Fischer · 02 Oct 2023 271.8K Views
USDJPY Melemah Pengaruh Shutdown Pemerintah AS

XAUUSD / GOLD

Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan Gold masih cenderung menurun, terpengaruh imbal hasil Yield obligasi AS yang cenderung naik, sehingga ini bisa membuat USD cenderung menguat, sebelumnya berita PCE pada jumat ( 29/09) cenderung melemah dan di luar dari ekspetasi serta Emas juga tidak dapat menarik tawaran safe-haven dari pengaruh USD, shutdown government AS yang membayangi, sehingga bisa prediksi untuk di minggu ini akan ada kenaikan terhadap Gold dalam jangka pendek atau sementara, dan setelah itu di prediksi masih akan cenderung turun secara garis besar. Pengaruh kenaikan gold pengaruh shutdown dari goverment AS di prediksi hanya dalam beberapa hari saja, setelah itu di prediksi akan aktif berjalan lagi terhadap perputaran mata uang USD terhadap Ekonomi AS. Di minggu ini akan ada berita "Non Farm Payroll " yang berpengaruh terhadap USD, dan di prediksi akan cenderung menurun terhadap Gold. Prediksi analisa ini di dukung dengan anlaisa candlestick dan pergerakan arah trend.

Potensi Long- Term: Sell

Potensi Short- Term: Buy

Analisa Fundamental

 Harga emas jatuh dua kuartal berturut-turut setelah pelemahannya dimulai pada bulan Agustus dan berlangsung hingga September, ditekankan oleh penurunan minggu ini - terburuk selama lebih dari dua tahun. Emas berjangka Desember yang paling aktif di Comex New York, berakhir turun 0,74% di $1.864,70/oz pada sesi Jumat. Emas ini jatuh 3% untuk minggu ini, penurunan mingguan terbesar sejak terjadi kejatuhan hampir 6% selama seminggu hingga 11 Juni 2021 lalu.

Untuk kuartal ketiga, emas Comex turun sekitar 3%, setelah jatuh 2% pada Agustus dan 5% pada September yang mengurangi peningkatan 4% pada Juli. Pada kuartal kedua, emas berjangka turun hampir 4%. Harga emas spot, yang lebih diawasi oleh sebagian traders daripada emas berjangka, juga turun 0,87% di $1.848,73. Seminggu ini, emas spot jatuh 4% dan turun 4,7% bulan ini.

Lebih signifikan lagi, emas menyerah pada bulan September untuk mempertahankan level bullish utama di $1.900/oz yang telah bertahan sejak pertengahan Agustus. Hal ini terjadi setelah beberapa investor menganggap dolar - saingan utama emas - sebagai safe haven yang lebih baik karena pertumbuhan ekonomi AS relatif lebih unggul dibanding negara lain di dunia.

Produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,1% year-on-year di kuartal kedua, setelah tercatat 2,2% di kuartal pertama. PDB diproyeksi tumbuh 2,1% sepanjang tahun 2023. Sebaliknya, ekonomi kawasan euro diproyeksi tumbuh hanya 0,7% tahun ini.

Yields obligasi dan dolar terlihat menekan emas lebih lanjut meskipun terjadi penurunan, Namun, lebih dari itu semua, emas terkena dampak negatif dari aksi jual obligasi AS yang membuat dolar terbang dan investor mengejar yields.

Yields obligasi, yang berpatokan pada imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun, berada di bawah 4,58 pada hari Jumat setelah mencapai level tertinggi 16 tahun di hampir 4,69 pada hari Kamis.

"Emas semakin tertekan di sini meskipun ada sedikit ketenangan di pasar obligasi karena investor kembali masuk ke ekuitas. Yields riil tidak akan turun dalam waktu dekat dan hal ini masih membuat emas tetap tergantung.

Indeks Dolar tetap bertahan di sekitar 106 - menambah beban emas - setelah capai level tertinggi 10 bulan di 106,84 pada hari Rabu.

Dolar bertahan meskipun data inflasi terbaru yang mendorong harapan bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga pada rapat kebijakan bulan November. Indeks Personal Consumption Expenditure (PCE), pengukur harga yang diikuti dengan cermat oleh the Fed, naik sebesar 0,4% bulan lalu, sedikit di bawah ekspektasi Wall Street untuk kenaikan 0,5%.

The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah ketika terakhir kali bertemu pada 20 September, setelah menambahkan 25 bps pada bulan Juli. The Fed telah menaikkan suku bunga 11 kali sejak Maret 2022, menambahkan 5,25 poin persentase ke suku bunga dasar sebelumnya yang hanya mencapai 0,25%. Sementara bank sentral menahan suku bunga bulan ini, Fed masih mempertahankan proyeksi bahwa kenaikan 25 bps mungkin terjadi dalam salah satu dari dua rapat yang tersisa untuk tahun ini, yang dijadwalkan pada bulan November dan Desember.

Emas juga tidak dapat menarik tawaran safe-haven dari shutdown government AS yang membayangi setelah Partai Republik di Kongres menunda pendanaan untuk menjaga agar lembaga-lembaga publik tetap berjalan.


USDJPY

Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan USD cenderung masih menunjukan penguatan dan membuat Japanese Yen cenderung masih melemah. Prediksi untuk pelemahan sementara di minggu ini terhadap USD karena di minggu ini ada shutdown goverment AS yang cenderung membuat penurunan tehadap USD dalam jangka pendek, setelah itu di prediksi akan melanjutkan kenaikan dan pada hari Jumat (06/10) akan ada Berita "Non-Farm payroll" daan cenderung ada penguatan terhadap USD dan peluang ini bisa di manfaatkan oleh beberapa investor yang masih melirik terhadap USD. Indeks USD (DXY) juga cenderung masih menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Pengaruh untuk kelanjutan penguatan juga masih membayangi terhadap USD dan di sebabkan karena pengaruh di titik jenuh Jual sehingga potensi pembalikan nampaknya akan terus terjadi setelah penurunan jangka pendek juga, masih ada peluang untuk kenaikan dalam jangka panjang terhadap USD. Prediksi  Analisa ini di dukung dengan analisa candlestick dan analisa trendline.

Potensi Long- Term: Buy

Potensi Short- Term: Sell

Analisa Fundamental

Dolar AS melanjutkan pelemahannya, mundur dari level tertingginya dalam 10 bulan pada hari Jumat, namun masih menuju kenaikan kuartalan terbesarnya dalam satu tahun, Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,14% menjadi 106,01, namun berada di jalur untuk mengakhiri kuartal ini dengan kenaikan 2,8%, bersamaan dengan reli mingguan ke-11 berturut-turut – yang terpanjang dalam sembilan tahun.

Penurunan dolar AS juga seiring turunnya Core PCE Price Index bulan Agustus. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi tidak termasuk makanan dan energi meningkat 0,1% untuk bulan ini, lebih rendah dari perkiraan kenaikan 0,2% dari konsensus ekonom Dow Jones, Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Jumat. Dalam basis 12 bulan, peningkatan tahunan untuk PCE inti adalah 3,9%, sesuai dengan perkiraan. Angka tersebut merupakan peningkatan bulanan terkecil sejak November 2020.

Presiden Fed Richmond Thomas Barkin bergabung dengan pejabat Fed lainnya yang berbicara minggu ini, mengatakan pada hari Kamis bahwa tidak jelas apakah perubahan kebijakan moneter lebih lanjut akan diperlukan dalam beberapa bulan mendatang.

 

EURUSD

Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan Euro cenderung pulih dan terjadi penguatan pada hari Kamis (28/09) penguatan terhadap Euro juga di sebabkan karena Jerman merilis perkiraan pendahuluan dari Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) bulan September yang naik 0.2% MoM dan 4.6% YoY, di bawah daripada yang diperkirakan pasar. Sehingga membuat penguatan terhadap euro cenderung naik. Di prediksi akan ada kenaikan teerhadap Euro lagi dalam jangka pendek karena pengaruh Shutdwon Goverment AS dalam waktu beberapa hari, lalu setelah itu akan melanjutkan ke penurunan terhadap Euro lagi. Di minggu ini akan ada berita "Non-Farm Payroll" yang di prediksi akan cenderung menguat lagi terhadap USD Prediksi analisa ini di dukung dengan analisa candlestick dan analisa trend.

Potensi Long- Term: Sell

Potensi Short- Term: Buy

Analisa Fundamental

Pasangan matauang EUR/USD berhasil mempertahankan momentum bullish-nya pada jam perdagangan sesi Asia hari Kamis, diperdagangkan naik ke ketinggian harian yang baru di atas 1.0550 di sekitar 1.0575. Membaiknya sentimen terhadap resiko sebagaimana dengan yang direfleksikan dengan rebound-nya indeks saham utama di Wall Street, membuat dolar AS mengalami kesulitan untuk menemukan permintaan dan membantu pasangan matauang EUR/USD naik. Indeks dolar AS turun 0.52% ke 105.817.

Koreksi terhadap dolar AS membuat daya tarik terhadap asset yang sensitif terhadap resiko membaik sehingga mendukung kenaikan pasangan matauang EUR/USD. Pasangan matauang EUR/USD berhasil pulih sebagian pada hari Kamis, setelah jatuh ke dasar pada hari Rabu, di 1.0487, level terendah sejak bulan Desember 2022, didorong oleh pergerakan yang positip di dalam sentimen terhadap resiko.

Dari data ekonomi, Bureau of Economic Analysis AS mengkonfirmasi bahwa ekonomi AS berkembang dengan kecepatan tahun 2.1% pada kuartal yang kedua. Sementara Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada tanggal 22 September muncul di 204.000 lebih baik daripada yang diperkirakan di 215.000.

Jerman merilis perkiraan pendahuluan dari Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) bulan September yang naik 0.2% MoM dan 4.6% YoY, di bawah daripada yang diperkirakan pasar. Zona Euro mempublikasikan Economic Sentiment Indicator bulan September yang mengatasi dari yang diperkirakan di 93.3.

 

GBPUSD

Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan Poundsterling  cenderung masih dalam kondisi menurun, hal ini di sebabkan mungkin di sebabkan karena ada beberapa kota besar di Inggris yang cenderung bankrut dan rugi yang cukup tinggi, sehingga ini bisa menjadi menurunnya daya beli masyarakat dan tingkat kepercayaan terhadap masyarakat tersebut. Ekonomi Inggris sedang kehilangan kekuatannya di tengah ketidakpastian atas outlook tingkat bunga menjelang pemilihan umum.

PM Inggris Rishi Sunak berjanji akan menurunkan inflasi ke sekitar 5.3% sampai akhir tahun ini. Ekonomi Inggris dan nampaknya pada BoE (Bank of England) memberikan signal bahwa PM Inggris kemungkinan akan gagal menepati janjinya. Penurunan poundsterling ini karena menguatnya USD meski penguatan USD sempat menurun dalam jangka pendek karena efek dari Shutdown Goverment AS dalam bebearapa minggu ini yang masih membayangi dan di minggu bleum ada berita yang cukup signifikan terhadap Poundsterling. Secara teknikal pergerakan juga masih cenderung turun dan belum bisa menghasilkan kenaikan terhadap Poundsterling sehingga potensi penurunan masih cenderung lebih besar dan dukungan dengan candlestick dan analisa arah trend.

Potensi Long- Term: Sell

Potensi Short- Term: Buy

Analisa Fundamental

Pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis, GBP/USD memperpanjang rebound hariannya dan naik ke arah 1.2200 diperdagangkan di sekitar 1.2201 didorong oleh pergerakan yang positip di dalam sentimen terhadap resiko. Sementara itu, Bureau of Economic Analysis AS mengkonfirmasi bahwa ekonomi AS berkembang dengan kecepatan tahun 2.1% pada kuartal yang kedua.

Poundsterling (GBP) berbalik naik ke dekat 1.2200 setelah turun dan bertemu dengan support di dekat 1.2100 dengan koreksi terhadap dolar AS membuat daya tarik terhadap asset yang sensitif terhadap resiko membaik. Namun, outlook GBP/USD tetap rentan dengan resiko resesi di Inggris meningkat karena prospek ekonomi yang rentan. PMI jasa dan manufaktur Inggris yang mengukur kesehatan ekonomi Inggris keduanya jatuh ke teritori kontraksi, sementara permintaan terhadap tenaga kerja yang kuat kelihatannya sedang memudar.

Ekonomi Inggris sedang kehilangan kekuatannya di tengah ketidakpastian atas outlook tingkat bunga menjelang pemilihan umum. PM Inggris Rishi Sunak berjanji akan menurunkan inflasi ke sekitar 5.3% sampai akhir tahun ini.

Namun penghentian sementara yang diumumkan oleh para pembuat kebijakan Bank of England (BoE), memberikan signal bahwa PM Inggris kemungkinan akan gagal menepati janjinya.

 

AUDUSD

Analisa Teknikal

Prediksi pergerakan Australian Dollar masih cenderung turun, secara teknikal juga belum ada tanda tanda untuk penguatan terhadap Australian dollar di minggu ini sehinga ini berdampak akan mengalami kelanjutan penurunan di minggu ini dan mungkin akan ada kenaikan hanya dalam jangka pendek dan akan melanjutkan ke penurunan, pengaruh penurunan ini juga di pengaruhi karena menguatnya USD dan pengaruh kedepannya tentang kenaikan suku bunga yang akan di umumkan oleh the Fed dalam 1 kali lagi di tahun 2023 ini., untuk berita di minggu ini akan ada berita "RBA Interest Rate Decision  " pada selasa (03/10) dan prediksi akan mengalami pelemahan terhadap Australian Dollar ini . analisa ini di dukung dengan candlestick dan trendline.

Potensi Long- Term: Sell

Potensi Short- Term:  Buy

Analisa Fundamental

Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD masih berada dalam trend bearish akan tetapi di prediksi akan mengalami pembalikan dalam waktu dekat, hal ini di sebakan karena pengaruh  penguatan US yang akan berlangsung cukup lama sehingga investor lebih melirik USD dan lebih memilih USD, pengaruh penurunan ini juga dipengaruhi imbal hasil Obligasi AS sebelumnya yang mendukung untuk kenaikan terhadap USD, dan kedepannya The Fed akan berencana menaikan suku bunga menjelang akhir tahun ini.

Australian dollar ini berpeluang cenderung turun yang cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan resesi, di minggu berita "RBA Interest Rate Decision" yang berpotensi akan pada melemah terhadap Australian dollar, sehingga ini masih bisa di manfaatkan dengan analisa teknikal dalam minggu ini, Indeks US juga cenderung masih dalam kenaikan sebelumnya dam berpotensi terhadap pembalikan.

 

WTI


Analisa Teknikal

Pergerakan WTI di prediksi masih akan melanjutkan kenaikan di sebabkan karena data makro ekonomi AS yang dirilis pada hari Rabu dan laporan yang dirilis perusahaan jasa perminyakan Baker Hughes menyebutkan bahwa jumlah fasilitas pemboran minyak yang aktif di Amerika Serikat turun tujuh menjadi 623 pada pekan yang berakhir 29 September, jumlah terendah sejak Februari 2022. Akan tetapi untuk penurunan ini di prediksi memang hanya dalam jangka pendek dan setelah ini akan di prediksi  akan melanjutkan pola kenaikan karena pengaruh dari terbatasnya pasokan minyak dan efek dari pengurangan pasokan dari Arab dan Rusia sehingga harga minyak menjadi naik dan langka. Prediksi analisa ini di pengaruhi karena kelanjutan arah trend dan dukungan dari pola candlestick secara teknikal.

Potensi Long- Term: Buy

Potensi Short- Term: Sell

Analisa Fundamental

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis berbalik turun ke bawah $92.00 di sekitar $91.70 per barel.

Harga minyak mentah tertekan dengan partisipan pasar berpegang kepada pernyataan dari Federal Reserve AS. Para pembuat kebijakan di Federal Reserve AS mengulangi sikap mereka yang hawkish mengenai outlook tingkat bunga.

Anggota dewan Federal Reserve AS, Neel Kashkari, Presiden dari Federal Reserve Minneapolis, baru-baru ini menunjukkan potensi akan kenaikan tingkat bunga lebih lanjut di waktu yang akan datang. Nada yang hawkish dari anggota the Fed ini membebani harga minyak mentah.

Pertaruhan bahwa tingkat bunga the Fed tidak akan berubah memudar ditengah ekonomi AS yang tangguh. Dolar AS menarik pembeli dengan belanja konsumen AS yang kuat dan kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat mengatasi inflasi yang persisten. Pada bulan Agustus, permintaan terhadap Durable Goods tetap bagus dengan belanja bisnis atas peralatan meningkat.

Data makro ekonomi AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan kenaikan yang tidak terduga di dalam Durable Goods Orders bulan Agustus sebesar 0.2%, berlawanan dengan yang diperkirakan penurunan sebesar 0.5%.

Penurunan harga minyak mentah dibatasi oleh munculnya laporan dari Energy Information Administration (EIA).

Menurut data yang dipublikasikan oleh EIA AS pada hari Rabu, inventori minyak mentah AS untuk minggu yang berakhir pada tanggal 22 September turun sebanyak 2.170.000 barel, lebih daripada yang diperkirakan. Pasar memperkirakan stok minyak mentah turun sebanyak 320.000 barel.

Ini adalah penurunan untuk minggu kedua dan muncul di tengah pemangkasan supply yang dalam dari dua produsen minyak mentah terbesar di dunia – Rusia dan Arab Saudi. Penurunan pada minggu sebelumnya adalah sebanyak 2.135.00.

Disclaimer
Investasi Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend