Analisa XAUUSD Hari Ini: Turun Karena Pembatalan Shutdown Pemerintah AS

Andrew Fischer · 04 Oct 2023 161K Views
Turun Karena Pembatalan Shutdown Pemerintah AS



Analisa Teknikal

Prediksi untuk Gold pada hari ini cenderung masih dalam penurunan, dipengaruhi Pemerintah AS yang membatalkan shutdown dan menunda selama 45 hari. Penurunan masih cenderung terjadi meski untuk keadaan sekarang masih ada tanda sedikit kenaikan, perlu di waspadai bahwa harga penurunan masih kuat dan belum ada tanda- tanda pembalikan yang cukup tinggi sehingga bisa dimanfaatkan oleh beberapa investor untuk mengambil peluang ini. Hari ini akan ada berita tenang “ISM Service PMI” yang diprediksi akan membuat penguatan terhadap USD.

Berdasarkan Indikator Moving Averange (50) harga sempat menahan dan sekarang berada di bawah garis moving average yang menandakan bahwa pergerakan cenderung mendukung untuk penurunan dan pola kenaikan terhadap gold ini diprediksi relative jangka pendek sehingga tidak menutup kemungkinan akan melanjutkan pelemahan. Pola kelanjutan arah harga ini juga didukung dengan Analisa Candlestick dan perubahan untuk kelanjutan arah trend.

Analisa Fundamental

Aksi jual emas melambat untuk pertama kalinya dalam hampir dua minggu pada hari Selasa (04/10) setelah logam kuning mencapai level terendah baru 7 bulan dalam lonjakan Treasury yields yang hampir tanpa henti dan dollar yang menyertai ke level tertinggi 11 bulan.

Emas berjangka Desember yang paling aktif di Comex New York ditutup turun 0,45% di $1.838,95/oz pada sesi Selasa (04/10). Di awal sesi, emas untuk penyerahan Desember turun ke $1.830,95, level terendah Maret. Emas berjangka anjlok 4% minggu lalu untuk catat pelemahan mingguan terbesar sejak turun mendekati 6% selama seminggu hingga 11 Juni 2021. Emas Comex juga mengakhiri kuartal ketiga turun 3% pasca turun 4% pada kuartal kedua.

Harga emas spot, yang lebih diawasi oleh sebagian traders daripada futures, turun 0,22% di $1.823,39/oz. Level terendah sesi adalah $1.815,32 - titik terendah sejak capai level terendah 1.809,40 di bulan Maret. Untuk Rabu (04/10) pagi ini, emas berjangka masih turun 0,15% dan emas spot stabil hingga pukul 07.31 WIB.

Yields dan dolar mendapat dorongan baru setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Selasa bahwa jumlah lowongan pekerjaan di Amerika Serikat meningkat lebih besar dari yang diharapkan pada bulan Agustus, mengikis kepercayaan yang mungkin dimiliki oleh Federal Reserve dalam memerangi inflasi.

Diperkirakan 9,61 juta pekerjaan dibuka pada bulan Agustus, menurut laporan bulanan terbaru dari Departemen Tenaga Kerja untuk Job Openings and Labor Turnover Survey, atau JOLTS. Pada bulan Juli, hanya ada 8,92 juta lowongan. Para ekonom Wall Street yang disurvei oleh media AS memperkirakan jumlah lowongan kerja di bulan Agustus hanya sekitar 8,8 juta.

Laporan JOLTS muncul sebelum laporan nonfarm payrolls yang lebih penting di bulan September yang dijadwalkan terbit pada hari Jumat oleh Departemen Tenaga Kerja. The Fed akan mengamati hal ini dengan cermat untuk membantu mengarahkan keputusannya soal suku bunga. Bank sentral telah berulang kali mengatakan bahwa pekerjaan dan pertumbuhan upah harus mendingin untuk mengubah inflasi.

Bostic dari The Fed ubah nada suku bunga hawkish, membantu emas; Intervensi Jepang batasi rally dollar Reli super panas dalam yields dan dolar agak mendingin setelah pengambil kebijakan senior Fed Raphael Bostic mengatakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk mendorong kenaikan suku bunga di AS guna bisa menahan inflasi kembali terkendali - meskipun ia mengatakan kebijakan moneter yang ketat akan diperlukan untuk menjaga agar belanja dan pertumbuhan lapangan kerja tidak mengganggu perekonomian.

Terlebih lagi, Bostic, yang merupakan presiden Fed Atlanta, melemparkan pukulan lain pada pasar aset risiko yang dihantam oleh lonjakan Treasury yields yang terjadi akibat aksi jual obligasi AS dan lonjakan dolar yang menyertainya ke level tertinggi 11 bulan. Ia menyarankan bahkan mungkin ada kenaikan suku bunga pada akhir 2024.

Kata-katanya lebih dari sekadar pelipur lara bagi para investor komoditas dan ekuitas, yang putus asa karena faktor kekhawatiran akan Fed yang sangat hawkish telah mencengkeram dunia investasi sekali lagi usai jeda kebijakan di kuartal kedua. Menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan luas pada bulan November atau Desember - dan setelah jeda di bulan September - ini merupakan tanda bahwa bank sentral mungkin akan melakukan kenaikan suku bunga yang lebih baru, setelah kenaikan 11 kali antara Maret 2022 dan Juli 2023.

Selain Bostic, kuatnya dolar dibatasi oleh intervensi pasar valas oleh pemerintah Jepang untuk menopang yen setelah dolar-yen naik di atas level 150. "Harga emas telah menemukan beberapa support setelah jatuh ke level terendah 7 bulan," kata Ed Moya, analis di online trading platform OANDA. "Treasury yields masih naik, sehingga emas di atas level $1.830 dapat menjadi support utama. Rally di yields bisa berlanjut namun kita akan melihat beberapa kelelahan karena Wall Street menunggu laporan NFP dan menjelang akhir pekan yang panjang."


Download segera aplikasi DCFX #TheSuperApp agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend