8 Faktor yang Memengaruhi Tambang Emas

Nicolas Noviyanto · 02 Oct 2023 164.4K Views
8 Faktor yang Memengaruhi Tambang Emas

Mendekati tahun 2023, industri pertambangan metal/ logam, termasuk logam mulia, emas dan perak, menghadapi perubahan dan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangan-tantangan tersebut berkisar dari ketidakstabilan ekonomi, peraturan lingkungan hidup, dan kekurangan tenaga kerja hingga kemajuan teknologi yang mengganggu dan meningkatnya persaingan pasar. Faktor-faktor dinamis ini menimbulkan risiko bisnis yang luar biasa sehingga memerlukan manajemen strategis untuk mencapai kesuksesan di tahun-tahun mendatang.

Meskipun sulit untuk memprediksi harga logam di masa depan karena kurangnya kejelasan dan prospek makroekonomi yang tidak stabil, kami mengetahui risiko apa yang akan dihadapi para penambang logam pada tahun 2023 dan mungkin pada tahun 2024.

1. Geopolitik dan Konflik Global
Geopolitik dan konflik global memainkan peran penting dalam membentuk masa depan industri apa pun, termasuk pertambangan logam. Saat ini, banyak konflik global yang terus berdampak pada hubungan internasional dan ketersediaan bahan mentah, serta harga dan transportasi logam. Konflik yang berkepanjangan atau wilayah yang bergejolak dapat mengganggu pasokan, sehingga menyebabkan harga lebih tinggi atau bahkan kelangkaan. Ketidakstabilan politik di suatu wilayah juga dapat mempengaruhi stabilitas angkatan kerja. Oleh karena itu, pemahaman dan perencanaan lanskap geopolitik sangat penting untuk pertumbuhan bisnis.

2. Biaya dan Produktivitas
Menyeimbangkan biaya dan produktivitas adalah tindakan sulit dalam industri pertambangan logam. Memang benar, operasi penambangan memerlukan biaya yang besar, mulai dari tenaga kerja hingga penggunaan energi. Hal ini perlu diimbangi dengan ekstraksi dan pengolahan mineral yang efisien. Namun, terdapat peluang untuk penghematan biaya dalam daur ulang besi. Perbedaan antara daur ulang besi berat dan ringan, daur ulang besi berat mungkin memerlukan hasil yang lebih tinggi namun berpotensi menimbulkan biaya yang lebih tinggi karena peralatan dan bahan yang digunakan lebih berat. Di sisi lain, daur ulang besi ringan mungkin memerlukan biaya yang lebih sedikit namun tetap meningkatkan produktivitas.

3. Masalah Rantai Pasokan
Seperti halnya industri lainnya, rantai pasokan yang berfungsi dengan baik sangat penting dalam pertambangan. Namun, hal ini sering kali penuh dengan tantangan seperti permintaan yang berfluktuasi, kekurangan bahan baku, atau hambatan dalam jaringan transportasi. Akibatnya, gangguan dapat melipatgandakan biaya dan menunda pengiriman.

Selain itu, terbatasnya ketersediaan bahan baku atau kerusakan rute pengiriman yang tidak terduga dapat menimbulkan masalah logistik dan hilangnya pendapatan. Oleh karena itu, penting bagi dunia usaha untuk menciptakan strategi rantai pasokan yang kuat dan mampu mengakomodasi perubahan dan ketidakpastian pasar.

4. License to Operate (LTO)
Memperoleh Izin Operasi atau LTO adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan pertambangan. Di beberapa yurisdiksi, penolakan lokal, hambatan birokrasi, dan penilaian dampak lingkungan yang ketat menjadikan proses ini rumit dan memakan waktu.

Oleh karena itu, mendapatkan LTO memerlukan lebih dari sekedar kepatuhan hukum. Hal ini menuntut hubungan yang kuat dengan masyarakat lokal, komunikasi yang transparan, dan bukti praktik berkelanjutan.

5. Pergeseran Alokasi Modal
Perencanaan keuangan yang tepat adalah hal yang terpenting, karena dana memerlukan distribusi yang cermat antara eksplorasi, pengembangan, produksi, dan bidang lain seperti peningkatan teknologi atau pelatihan tenaga kerja. Tentu saja, hal ini tidak hanya bervariasi dari waktu ke waktu tetapi juga bergantung pada dinamika pasar.

Mencapai keseimbangan bisa menjadi rumit. Kesalahan alokasi dapat menyebabkan sumber daya terbuang dan hilangnya peluang. Oleh karena itu, penting bagi dunia usaha untuk mengoptimalkan belanja modal sejalan dengan perubahan skenario dan prioritas sambil tetap memperhatikan profitabilitas saat ini dan masa depan.

8 Faktor yang Memengaruhi Tambang Emas

6. Kurangnya Tenaga
Kekurangan tenaga kerja yang berkualitas menimbulkan tantangan besar bagi industri pertambangan. Memang benar, kemajuan teknologi dan perubahan pasar memerlukan tenaga kerja yang dilengkapi dengan keahlian baru, mulai dari otomatisasi dan teknologi digital hingga pengelolaan lingkungan. Namun, peran spesialis ini mungkin sulit dipenuhi mengingat tingginya permintaan di berbagai industri dan lebih sedikit tenaga profesional terlatih yang tersedia.

Kekurangan staf menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat, penutupan, pergantian karyawan yang lebih tinggi, dan peningkatan ketergantungan pada otomatisasi. Artinya pembeli logam akan menghadapi penurunan layanan pelanggan dan berkurangnya akses terhadap barang yang mereka butuhkan. Hal ini pada akhirnya akan mempersulit pembelian logam.

Selain itu, mempertahankan personel yang berpengalaman di tengah persaingan yang ketat juga bisa jadi sulit, baik di luar negeri atau lainnya. Oleh karena itu, dunia usaha harus memprioritaskan perencanaan tenaga kerja yang strategis, investasi dalam program pelatihan, dan membangun lingkungan kerja yang menarik untuk menjembatani kesenjangan talenta ini.

7. Model Bisnis Baru
Munculnya teknologi digital dan perubahan dinamika perekonomian global terus mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kembali model bisnis mereka yang ada. Misalnya, tren seperti digitalisasi, otomatisasi, dan ‘Industri 4.0’ merevolusi operasi penambangan tradisional.

Meskipun hal ini memerlukan peralihan ke model yang lebih bernuansa teknologi, perubahan tersebut dapat meningkatkan efisiensi operasional dan membantu kepatuhan LST dan mitigasi risiko.

Kegagalan untuk beradaptasi dengan model bisnis yang sedang berkembang ini dapat membuat perusahaan menjadi ketinggalan jaman atau tidak kompetitif. Oleh karena itu, menerima perubahan dan inovasi sangat penting untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan.

8. Inovasi Digital
Inovasi digital mengubah pertambangan. Perkembangan seperti otomatisasi, analisis prediktif, kecerdasan buatan, dan pembelajaran mesin memungkinkan peningkatan efisiensi sekaligus mengurangi biaya.

Misalnya, dengan mengadopsi teknologi ini, perusahaan dapat meminimalkan risiko keselamatan, meningkatkan waktu respons kecelakaan, atau bahkan memperkirakan kebutuhan pemeliharaan peralatan.

Meskipun inovasi digital dapat menurunkan harga logam bagi konsumen, hal ini jarang terjadi. Namun, hal ini dapat terjadi jika penambang logam tertentu menurunkan harga mereka untuk bersaing dengan entitas yang lebih besar. Memang benar, hal ini dapat menyebabkan entitas tersebut menurunkan harga agar tetap kompetitif.

Terlepas dari potensi manfaatnya, transformasi digital juga memiliki tantangan tersendiri, seperti ancaman keamanan siber dan adaptasi tenaga kerja. Menavigasi peralihan digital ini secara efektif akan menjadi kunci bagi bisnis pertambangan yang ingin tetap kompetitif dan siap menghadapi masa depan dalam lanskap yang maju.

Manajemen Risiko: Prioritas Utama dalam Melindungi Harga Logam di Masa Depan
Melalui eksplorasi terhadap tantangan berat yang berpotensi berdampak pada industri pertambangan logam dan harga logam pada tahun 2023, jelas bahwa manajemen risiko harus menjadi prioritas utama. Namun, penting untuk diingat bahwa dalam setiap tantangan terdapat peluang untuk pertumbuhan dan inovasi.

Dengan menghadapi permasalahan ini secara langsung dan memanfaatkan teknologi dan praktik baru, dunia usaha dapat mengubah potensi ancaman menjadi platform untuk meraih kesuksesan, saat ini dan di masa depan.

Dapatkan berita terbaru setiap harinya terkait analisa market, berita trading terupdate, serta analisis teknikal yang andal. DCFX #TheSuperApp dilengkapi dengan fitur lengkap dengan 70+ instrumen global. Jadi, Segera download aplikasinya dan trading sekarang!

Affected Trading Instrument

*Risk Disclaimer: The content above represents only the views of the author. It does not represent any views or positions of DCFX and does not mean that DCFX agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the DCFX, DCFX does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

Recommend